15 Orang Eks Pekerja PT. JaKon Mengadu ke DPRD Minut

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id — 15 orang pekerja lokal Minahasa Utara (Minut) warga Kelurahaan Rap Rap dan Sukur sejak 28 Desember 2018 diduga di-PHK sepihak oleh PT Jaya Konstruksi (Jakon), salah satu perusahaan yang mengerjakan satu paket pada proyek pembangunan jalan Tol di wilayah Minut.
Adalah Steven Indy, Lexi Mandagi, Recky Pangemanan dan Bonnie Mantiri sebagai perwakilan 15 pekerja yang diberhentikan dan didampingi aktivis Minut William Luntungan , Kamis (03/01/2019) membawa aspirasi ke kantor DPRD Minut dan diterima langsung ketua DPRD Berty Kapoyos, S.Sos dan Ir.Lucky Kiolol.
Mirisnya lagi menurut pekerja, mereka telah menerima kabar angin soal pemutusan kontrak ini, harus bekerja saat hari raya keagamaan Kristen yakni tanggal 24-26 Desember 2016.
“”24 – 26 Desember, kami dipaksa untuk bekerja walaupun hari raya, tanggal 26 Desember kami bahkan dijemput di rumah. Namun pada 28 Desember justru diputus kontrak dengan alasan kontrak kerja kami sudah habis dengan PU,” kata Recky Pangemanan perwakilan karyawan kepada wartawan.

William Luntungan menyesalkan tindakan perusahaan yang tidak melaksanakan aturan dan juga tidak berpihak pada pekerja lokal.

“Deng hari libur keagamaan dorang suruh maso kerja, serta kewajiban perusahaan pura-pura pongoh, kalau memang mo putuskan kontrak karena pekerjaan selesai tidak masalah, tetapi kewajiban perusahaan sebagaimana yang diatur UU no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, jelas mengatakan Naker berhak menerima uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak, bukan seenaknya memperlakukan Naker tanpa mengikuti aturan. Bisa dibayangkan dengan gaji 2.850.000 perbulan dan telah bekerja 3 tahun hanya diberikan uang pengganti sebesar 1 juta rupiah,” ketus Luntungan
Will sapaan akrab Luntungan, kemudian mendesak agar DPRD segera menindak lanjuti aspirasi tenaga kerja lokal ini sebab dirinya menduga, menjelang selesainya pembangunan jalan tol akan muncul banyak persoalan seperti ini yang terjadi di lapangan.
Ketua DPRD Minut Berty Kapojos SSos mengatakan, sebagai wakil rakyat, ini adalah pekerjaan pertama ditahun 2019 dan pasti akan ditindaklanjuti. “Kami akan menindak lanjuti aspirasi ini, kepada komisi yang terkait serta mitra kerja yakni dinas Tenaga Kerja agar mengawal aspirasi ini. Saya sudah mendisposisikan hal ini dan kemungkinan, paling cepat Senin pekan depan segera di hearing dengan Dinas Tenaga Kerja, PT (Jakon) dan pekerja, sehingga ada solusi yang terbaik,” tutupnya. (mt)