15 Tahun tak jumpa, pejuang Kota Tomohon kembali berkumpul untuk luruskan sejarah

TOMOHON, beritanusantara.co.id – Terpicu atas satu tujuan yang sama yakni untuk meluruskan sejarah, para pejuang berdirinya Kota Tomohon kembali berkumpul setelah 15 tahun tak jumpa dalam satu kebersamaan, pasca kemenangan memperjuangan kota ini menjadi otonom. itu sebagaimana tersaji dalam kegiatan Forum Forum Bakudapa Pejuang Kota Tomohon bertajuk Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (JASMERAH), yang digelar Selasa (6/2/2018).

Momentum yang mempertemukan para pejuang tersebut pada dasarnya terpantik oleh keprihatinan atas munculnya beragam cerita baru yang mulai digiring keluar dari tujuan awal serta cita-cita dimekarkannya kota ini dari Kabupaten Minahasa. Selain itu, forum bakudapa ini ikut pula mengulas sepak-terjang para penikmat hasil perjuangan, yang dinilai semakin melupakan beragam kisah dan rangkaian peristiwa termasuk hilangnya bentuk penghargaan bagi para pejuang otonom. Itu sebagaimana terungkap dan berkembang dalam forum diskusi, yang digelar di Kelurahan Matani, tepatnya di kediaman salah satu pejuang berdirinya Kota Tomohon, Arie Lasut.

“Sudah saatnya para pejuang Kota Tomohon untuk kembali merapatkan barisan setelah lima belas tahun tidak berjumpa, sejak dimekarkan dari Kabupaten Minahasa dan tetapkan sebagai daerah otonom. Apalagi dimasa sekarang, sudah begitu banyak oknum yang mengaku-ngaku sebagai pejuang kota Tomohon tetapi sebenarnya mereka tidak pernah berjuang. Ini harus diluruskan,” ujar Ibrahim Tular saat memberikan pengantar dalam diskusi.

Senada juga diutarakan Josis Ngantung yang juga merupakan penggagas terselenggaranya forum bakudapa ini. Menurutnya, kepedulian dan penghargaan pemerintah terhadap para pejuang sudah tidak ada. “Yang terjadi sekarang sudah jauh atau tidak lagi memcerminkan semangat dan cita-cita perjuangan pemekaran, yakni mensejahterakan warga kota. Contohnya, dalam proses penerimaan CPNS beberapa waktu lalu, warga asli kota tomohon justru hanya sedikit yang diterima dan lebih banyak dari luar kota. Belum lagi di sektor olahraga, dimana masih sangat minim kepedulian pemerintah untuk meningkatkan prestasi,” sesal Josis.

Klik dan Baca juga : Awali dengan ziarah dan tabur bunga, pejuang Kota Tomohon kembali bersatu lanjutkan perjuangan

Sementara itu, Arie Lasut mengangkat seputar kehebatan pejuang Kota Tomohon, yang mampu menyatukan persepsi seluruh warga kota, untuk mau menerima dan berjuang bersama mewujudkan berdirinya kota Tomohon. “Satu kebanggaan, meski kita berjuang dengan air mata dan darah, pada akhirnya kita berhasil menyatukan seluruh warga kota, dari Tinoor hingga Lahendong, dari Tara-tara hingga Rurukan/Kumelembuai dan jita berhasil membentuk apa yang namanya city Tomohon,” sebut Arie seraya menyerukan agar semua pejuang agar kembali bersatu dengan menghilangkan berbagai rasa cemburu, iri hati, dengki dan lainnya demi membangun kota Tomohon sesuai cita-cita pemekaran.

Selepas itu, upaya mengulas sejarah dilanjutkan dengan diskusi dua arah yang intinya mengunkap tahap demi tahap proses pembentukan kota Tomohon sebagaimana dipaparkan para senior diantaranya, HB Rampengan, Piet Liuw, Adrian Montolalu. Ikut hadir pula dalam forum bakudapa, yaitu Piet Pungus, Syenie Wotoelangkow, Jhonson Liuw, Taroreh, Ronny Pandey,  Adolf Masengi, Jeffrie R. Montolalu dan para tokoh lainnya.

Terkait pelaksanaan forum bakudapa ini, Judie Turambi mengapresiasi kehadiran para senior dan tokoh serta pejuang kota Tomohon yang masih tetap semangat berjuang untuk kota Tomohon. “Lima belas tahun bukan waktu yang singkat, dan lima belas tahun juga tidak pernah bertemu dalam satu forum. Karenanya, patut diparesiasi kehadiran pada saat ini, sebagai bukti tetap mencintai dan ingin kota Tomohon lebih maju demi kesejahteraan warga kota. Selain itu, forum ini diharapkan dapat menciptakan atau mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah,”  ujar Judie yang juga adalah penggagas kegiatan Forum Bakudapa Pejuang Kota Tomohon. (Redaksi)

Berikut ini hasil diskusi dipetik dari Forum Bakudapa Pejuang Kota Tomohon

  1. Forum Pejuang Kota Tomohon akan melaksanakan pertemuan rutin satu kali setiap bulan.
  2. Pertemuan kedua akan diperluas dengan mengundang tokoh-tokoh penggagas dan pejuang, juga termasuk semua pihak yang didasari sesuai Surat Keputusan Panita Persiapan Kota Tomohon (P2KT)
  3. Akan dilakukan ziarah dan tabur bunga pada hari Sabtu (10/2/2018) di makam mantan bupati Minahasa dan mantan penjabat walikota Tomohon serta pejuang otonom. Yakni,  alm Drs Karel Senduk, alm Drs Dolfie Tanor, alm Drs Boy Tangkawarouw, alm Prof Jan Turang, alm Prof Johanis WP Mandagi,Msc, alm Drs Eddyson P. Rumajar, almDrs Joppe Watung, alm drs Max Mokorimban, alm Drs Jan Posumah, alm Drs Welly Tangkawarouw.
  4. Forum Pejuang Kota Tomohon akan menyusun dan menerbitkan buku tentang Sejarah Berdirinya Kota Tomohon yang akan ditulis oleh Judie Turambi
  5. Forum Pejuang akan mendirikan atau membuat Monumen Perjuangan Kota Tomohon
  6. Forum Pejuang akan membentuk Yayasan
============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================