Aniaya Security KPU, Empat Orang Diamankan Polisi Minut

Para Tersangka Nyaris Diamuk Massa

Sebagian Massa yang mengepung para tersangka pelaku penganiayaan dalam pengamanan Polisi

KALAWAT, beritanusantara.co.id – Anggota Polres Minahasa Utara (Minut) terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, untuk menghalau kerumunan massa sekira 500 orang yang umumnya laki-laki, Kamis (9/5/2019) sekira pukul 22.30 WITA di Desa Kawangkoan Baru Jaga 3  Kompleks Perumahan Watutumou Permai Kecamatan Kalawat, ketika hendak mengamankan empat orang terduga pelaku penganiayaan yakni lelaki RG (47), GG (26), EG (21) dan AG (19) warga Perum Griya Matungkas Indah Desa Matungkas Jaga 8 Kecamatan Dimembe. Polisi bertindak tegas ketika massa semakin beringas bahkan diantara kerumunan telah membawa senjata tajam berjenis Samurai.

“Siapa yang berani menyentuh para pelaku, kami tindak tegas dan ditahan,” teriak Kapolsek Airmadidi Iptu Stanley Rambing SE diantara massa yang berusaha menganiaya empat pelaku yang hendak dibawa ke Mapolres Minut. Akhirnya dengan diwarnai ketegangan, Tim Resmob Reskrim Minut, anggota Polsek Airmadidi dan beberapa prajurit TNI yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Minut AKP Nohfy Maramis SH SIK dan Kapolsek Airmadidi Iptu Stanley Rambing SE, berhasil mengevakuasi para tersangka ke Mapolres Minut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum, peristiwa ini bermula, ketika para pelaku yang ternyata adalah ayah dan anak-anaknya ini diduga telah melakukan penganiayaan terhadap korban FE (30-an) warga di Desa Kawangkoan Baru Jaga 3  Kompleks Perumahan Watutumou Permai Kecamatan Kalawat, yang kesehariannya sebagai tenaga pengamanan (Security) di Sekretariat KPU Minut.

Para tersangka yang semula hendak mencari Istri dan ibu mereka, kemudian mendatangi rumah korban FE, karena kecurigaan sang Ibu berada dalam ruma milik korban. Rupanya istri dan ibu mereka yang bernama OEP alias Erny (42) telah menghilang sejak Rabu (1/5/2019) dan ditelusuri keberadaannya di Watutumouw yang semua diduga adalah wilayah desa Kolongan Tetempangan.

Para pelaku kemudian mendatangi rumah korban dengan maksud menjemput Erny yang tak lain adalah Istri dan ibu mereka.

Ironisnya, ketika empat lelaki ini tiba di rumah korban kemudian masuk dan mengetuk pintu kamar, ternyata Erny berada berada di dalam kamar bersama korban FE.

Saat ditemui Erny hanya mengenakan celana pendek dengan tanktop,  melihat kondisi tersebut, RG yang adalah suami Erny dan anak tertua  GG langsung menganiaya korban FE dengan cara memukuli dan korban mengalami luka dibagian kepala dan lengan.

“Sebenarnya torang datang bae-bae cuma mo pi ambe pa mama, mar serta lia mama bagitu tu keadaan, papa deng kakak langsung nae darah kong bapukul. Sapa yang nda mo marah lia mama cuma pake baju satu tali deng calana pendek kong didalam kamar deng orang laeng. (Sebenarnya kami datang baik-baik hendak menjemput mama, tetapi saat melihat kondisi mama, papa dan kakak GG langsung marah dan melakukan penganiayaan. Siapa yang tidak marah melihat mama seperti itu memakai celana pendek dengan baju satu tali di dalam kamar bersama orang lain),” ujar EG, salah satu anak Erny saat berada di Kantor Polres Minut.

Sialnya, usai melakukan penganiayaan terhadap korban FE para pelaku yang berada di dalam rumah tidak dapat melarikan diri karena telah dikepung warga. Kejadian sempat disiarkan langsung di medsos Facebook, sehingga masa semakin banyak berkumpul. Diperkirakan sekira 500 orang yang didominasi pria berbondong mendatangi tempat kejadian perkara(TKP).

Korban FE adalah petugas sekuriti di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minut. Hal ini dibenarkan oleh salah satu komisioner KPU Hendra Lumanauw MA yang usai kejadian sempat datang ke TKP.

“Ya benar, korban FE adalah petugas sekuriti di KPU, itu sebabnya saya datang ke sini untuk melihat,” ujar Lumanauw kepada Kapolsek Airmadidi Iptu Stanley Rambing SE yang saat itu langsung turun di TKP bersama Resmob Polres Minut.

“Setelah menerima laporan kami bersama Tim Remob Minut langsung geser ke lokasi, dan ternyata benar situasi di TKP sempat memanas karena hampir saja para pelaku menjadi korban amuk masa. Syukur situasi tersebut dapat diatasi,” terang Kapolsek Stanley Rambing.

Kapolres Minut AKBP Jefry Parulian Siagian SIK melalui Kasat Reskrim Minut AKP Nohfry Maramis SH SIK yang ditemui media di Mapolres Minut membenarkan kejadian ini.

“Saat ini kami baru mengamankan para tersangka di Mapolres, kami masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mereka akan diproses. Namun sebelumnya tersangka RG, kemarin (Rabu 8/5-red) telah membuat laporan (LP) dimana dirinya melaporkan istrinya yang sudah beberapa hari meninggalkan rumah,” terang Maramis yang memerintahkan Visum

Menurut salah satu tim Resmob yang tidak ingin namanya disebut, dua perkara ini mengandung sebab dan akibat. Jadi keduanya tetap akan diproses sesuai dengan pasal masing-masing.

Setelah diamankan di Mapolres Minut, tersangka RG dan GG anak tertuanya sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Maria Walanda Maramis dengan dikawal ketat petugas Resmob Minut. (mt/*)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================