Aparat Hukum Diminta Telusuri Proyek Pasar Naha Berbandrol 6 Miliyar Terbengkalai

SANGIHE, beritanusantara.co.id – Proyek pasar kampung Naha Kecamatan Tabukan Utara sudah tidak lagi berlanjut pembangunannya sejak dikerjakan tahun 2018. Proyek berbandrol Rp 6 miliyar yang bangunanya hanya mencapai 75 persen, kini kembali mejadi sorotan warga, sebab bangunanya sudah dibiarkan tanpa ada lagi kegiatan pembangunan.

Salah satu pengkritis daerah, Onesimus Tambanaung, turut menyikapinya, bahkan meminta Wakil Bupati selaku pejabat yang membindangi pengawasan turun melakukan pengecekan. Tak hanya itu, Tambanaung juga meminta aparat hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan juga turun lapangan melakukan penelusuran.

”Saya memohon pak Wakil Bupati segera turun, termasuk dengan tim dari Kepolisian dan Kejaksaan, agar pasar Naha sesegera mungkin dapat dimanfaatkan warga setempat,”tegas Tambanaung.

Yang juga sangat memalukan, lanjut Tambanaung, sebagai bagian dari proyek pasar Naha yang bermasalah, saat ini masih banyaknya hutang kontraktor yang tidak terselesaikan disejumlah kios dan toko disekitar pasar Naha.

Dikonifirmasi terpisah, Wakil Bupati Helmud Hontong tak menepis adanya permasalahan terbengkalainya proyek pasar Naha. Bahkan dari hasil turun lapangan, Hontong menerima keluhan dari beberapa pemilik toko terkait hutang kontraktor, termasuk keluhan sub kontraktor yang mengerjakan rangka baja belum dibayar kontraktor.

”Dari hasil turun lapangan ada miliyaran hutang kontraktor yang belum terbayar, baik kepada pihak sub kontraktor maupun kepada pemilik toko dan kios di pasar Naha. Kontraktornya orang luar daerah dan saat ini sangat sulit dihubungi,”kata Hontong yang juga mengatakan, proyek pasar Naha sudah diputus kontrak dan tindak lanjutnya diserahkan ke instansi teknis, Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Sangihe.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sangihe, Vera Masora ditemui wartawan, mengakui proyek pasar Naha yang dikerjakan PT Trikarsa Lestari Utama telah diputus kontrak dan sebagian anggaran yang belum terpakai telah dikembalikan ke kas negara.

”Pada tanggal 21 Desember 2018 telah ditangani proses anggarannya dan sisa anggaran yang belum terpakai telah dikembalikan ke kas negara,”jelas Masora. (allen)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================