Awali dengan ziarah dan tabur bunga, pejuang Kota Tomohon kembali bersatu lanjutkan perjuangan

TOMOHON, beritanusantara.co.id Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (JASMERAH), kalimat sederhana yang sarat dengan makna ini begitu lantang dikumandangkan para pejuang berdirinya Tomohon sebagai kota otonom. Spirit itupun yang kemudian memantik semangat untuk bersatu kembali guna melanjutkan perjuangan, setelah 15 belas tahun tercerai-berai. Agenda Ziarah dan tabur bunga ke makam rekan seperjuangan dibidik sebagai titik kebangkitan untuk mengawal kemajuan kota sesuai cita-cita dan tujuan pemekaran kota ini dari Kabupaten Minahasa.

Ziarah dan tabur bunga ke makam para pejuang, dilirik sebagai bentuk pesan moral bagi seluruh elemen di kota Tomohon untuk mau untuk menanamkan lagi budaya menghargai jasa dan pengorbanan para pejuang. Apalagi, diera modern sekarang ini semangat tersebut telah pudar, bukan saja dilkalangan masyarakat namun juga ikut mendera para pejabat yang ada di kota ini.

Klik dan Baca juga : 15 Tahun tak jumpa, pejuang Kota Tomohon kembali berkumpul untuk luruskan sejarah

Agenda yang direncanakan pada Sabtu, 10 Februari 2018 akhir pekan ini, dipastikan akan diikuti oleh semua pejuang berdirinya Tomohon sebagai kota otonom. Namun, kegiatan inipun dibuka seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat yang ingin berbaur dan melibatkan diri dalam agenda ziarah dan tabur bungan tersebut. Itu sebagaimana diutarakan Judie Turambi, Ibrahim Tular, Josis Ngantung dan Arie Lasut, yang didapuk sebagai koordinator Forum Pejuang Kota Tomohon yang terbentuk dalam pertemuan bertajuk Forum Bakudapa Pejuang Kota Tomohon yang digelar di Matani, Selasa (6/2/2018).

“Para pejuang Kota Tomohon akan kembali eksis melanjutkan perjuangan mengawal kota Tomohon agar tetap berjalan sesuai  cita-cita dan semangat pemekaran. Dan mengawali bersatunya para pejuang ini, akan diawali dengan kegiatan ziarah ke makam-makam para pejuang. ini untuk mengembalikan dan menumbuhkan lagi budaya untuk menghargai  jasa para pejuang yang telah menciptakan sejarah yang sangat berarti bagi Kota Tomohon,” ujar Judie yang dibenarkan Ibrahim, Josis dan Arie.

Lanjut disampaikan, ziarah dan tabur bunga akan dilakukan di makam mantan bupati Minahasa dan mantan penjabat walikota Tomohon serta pejuang otonom. Yakni,  alm Drs Karel Senduk, alm Drs Dolfie Tanor, alm Drs Boy Tangkawarouw, alm Prof Jan Turang, alm Prof Johanis WP Mandagi,Msc, alm Drs Eddyson P. Rumajar, almDrs Joppe Watung, alm drs Max Mokorimban, alm Drs Jan Posumah, alm Drs Welly Tangkawarouw.

Penulis : Jeffrie R. Montolalu