BAPELITBANG Minut Gelar Workshop SIMDA Perencanaan

Asisten III Setdakab Minut Dr. Jane Simons

Materi Disampaikan BPK Perwakilan Sulut 

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id – Pemantapan penggunaan aplikasi Sistim Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut), Selasa (04/12/2018) dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Minut dengan menggelar kegiatan Workshop berjudul Pengenalan Aplikasi Simda Perencanaan dan Sosialisasi Penyusunan dan Penginputan Standart Satuan Harga dan Analisa Standart Belanja di Aula Kantor Badan tersebut. Sebagai peserta Workshop para Camat, Kepala Bagian, PPK serta ASN.

Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan (VAP) melalui Asisten III Pemkab Minut dr Jane Simons mengatakan, Workshop ini digelar untuk pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi yang meliputi perencanaan, penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan pelaporannya. Sehingga diharapkan bagi peserta nanti tidak akan mengalami kesulitan saat menggunakan aplikasi SIMDA Perencanaan ini.
“Pentingnya workshop ini, digarapkan seluruh peserta dapat mengikutinya dengan baik, sehingga dalam penggunaan aplikasi minim kekeliruan,” ujar Simons.

Sebagai pembawa materi berasal dari Tim Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Sulut yang dipimpin Manarsar Panjaitan.
Panjaitan menjelaskan pelaksanaan Workshop SIMDA perencanan ini, dimaksudkan sebagai persiapan agar ASN yang bekerja di bidangnya dapat lebih mengenal Aplikasi Simda yang ada, sehingga dengan mudah mengerti dan menjalankan sistim pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporannya dengan baik.

Manasar Panjaitan

“SIMDA perencanaan ini untuk menyambungkan E-planing dengan e- Budgetingnya. Sehingga nanti proses pelaksanaannya akan terintegrasi mulai dari pelaksanaan sampai pada pelaporannya. SIMDA perencanaan ini diatur dalam Permendagri nomor 86 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tujuan utama SIMDA perencanaan sebagai alat kendali untuk mengontrol sehingga dapat selalu dideteksi. Karena RPJMD itu tidak serta merta dapat dirubah karena harus mengikuti mekanisme aturan,” tukas Manarsar.
Selankutnya Manarsar mengatakan, Simda Perencanaan ini juga dimaksudkan untuk mempermudah proses pelaksanaan pengerjaan administrasi dari perencanaan mulai dari penyusunan KUA- PPAS sampai menyusun RKA sehingga saat pembahasan di DPRD atau penyusunan RAPBD tidak lagi melakukan penginputan sehingga mempermudah pelaksanaan dan pengendalian.
Simda perencanaan ini sebenarnya bisa diakses masyarakat luas hingga untuk lima tahunannya juga. Tinggal tergantung pemerintah kabupaten Minut, apakah dijinkan dapat diakses oleh masyarakat atau hanya terbatas oleh ASN yang ditugaskan saja. (mt)