Bawa Pedang dan Tombak, Pasukan Perang Adat Minahasa ‘Hadapi’ Letkol Arif dan Letkol Toar

MANADO, beritanusantara.co.id – Sambil meneriakkan I Yayat U Santi (pekik pembangkit semangat berperang) para pasukan perang adat Minahasa mulai melompat, berlari dan berjingkrak dengan pedang terhunus serta tombak teracung, siap melumpuhkan musuh yang ada di lapangan kantor Kodim1309 Manado. Namun hal itu tidak menyurutkan nyali dua anggota TNI AD, yakni Letkol Arif Harianto dan Letkol Toar Pioh untuk tetap menjalankan tugas negara.

Naluri rela berkorban yang didedikasikan demi membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kembali dibuktikan kedua anggota TNI AD tersebut. Terbukti, meski dihadang dengan pedang dan tombak, Letkol Toar membuktikan ketidak-gentarannya untuk menyambut kedatangan Letkol Arif. Begitu pula halnya dengan Letkol Arif yang tetap melangkah maju dengan tegap didampingi istri tercintanya, saat melintasi area yang dipenuhi para pasukan adat dengan perlengkapan perang lengkap, yang diperankan oleh puluhan prajurit Kodim dalam bentuk atraksi tarian Kabasaran, saat memeriahkan momentum pisah/sambut Komandan Kodim 1309 Manado, Kamis (9/11/2017)

Selanjutnya, ketika tiba di depan pintu masuk Kantor Kodim 1309 Manado, Letkol Toar Pioh langsung menjemput dan menyerahkan dokumen Kodim 1309 Manado kepada Letkol Arif sebagai Dandim yang baru. Ikut pula diserahkan papan nama Kodim 1309 yang baru untuk di gantung di Muka pintu masuk ruang kerja Dandim. Pada bagian akhir serah terima Letkol  Toar Pioh berkesempatan menggantungkan foto dirinya di jejeran foto para mantan Komandan Kodim 1309 Manado.

Acara siang itu di akhiri dengan foto bersama para waraney dengan dandim. yang lama dan yang baru, setelah itu para Waraney mengantarkan Letkol Toar Pioh hingga pintu keluar Makodim 1309 Manado.

Suasana haru terlihat jelas saat itu, sejumlah ibu ibu Dharma Wanita tak. kuasa menahan haru saat Letkol Toar Pioh dan Ibu Yasinta Toar Pioh memberi selamat pada semua ibu ibu Dharma Wanita dan Prajurit Kodim 1309 Manado. Tak sedikit yang mencucurkan air mata tak kuasa menahan tangis.

Tak bisa di pungkiri Sosok seorang Toar Pioh begitu melekat di hati. semua prajurit, salah seorang prajurit yang namanya enggan di tuliskan, pada iNewscrime.com mengatakan baginya sosok seorang Toar Pioh adalah sosok pemimpin yang benar benar mengayomi kami sebagai prajurit.

“Satu hal yang akan selalu saya kenang adalah sifat rendah hati beliau, walaupun saya hanyalah seorang Bintara, tapi di luar di dalam maupun diluar kedianasan penghargaan beliau pada saya sebagai orang yang lebih tua sangatlah tinggi,“ ujar sang bintara dengan mata berkaca kaca menahan air matanya yang hampir meleleh.

Penulis : Jeffrie R. Montolalu