Bawaslu Bidik Politisasi Bansos

MANADO, beritanusantara.co.id – Ikut meringankan beban rakyat dalam menghadapi dan mengatasi Pandemi Covid-19 menjadi tugas pemerintah, dan satu diantaranya dengan cara memberikan bantuan sosial. Sayangnya, ada yang mulai nakal dengan mendomplengi kebijakan pemerintah tersebut untuk kepentingan pencalonan di masa Pilkada. Atas fenomena itu, kini pihak Bawaslu Kota Manado mulai melirik dan membidik lakonan aksi tersebut, kerena sarat dengan nuansa kecurangan.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungam Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado, Taufik Bilfaqih kepada wartawan ikut memastikan sikap tegas yang akan ditempuh. Dikatakanya, Bawaslu sedang menelusuri apakah penyaluran bansos itu merupakan instruksi langsung dari Pemerintah Kota Manado untuk masyarakat terpapar pandemi Covid-19 atau ke pendukung paslon tertentu.

“Kita menelusuri apakah ada indikasi instruksi langsung dari Pemerintah kota Manado dengan mendistribusikan kepada masyarakat yang terpapar Covid atau jangan-jangan ke pendukung paslon tertentu. Kita evaluasi dan telusuri,” jelasnya.

Ditambahkannya, Bawaslu akan mencari tahu apakah ada potensi gerakan terstruktur, sistematis dan masif dari kegiatan penyaluran bansos itu untuk kepentingan paslon tertentu.

“Kami akan memanggil oknum-oknum digambar tersebut. Jika kita temukan ternyata benar adanya potensi gerakan terstruktur, sistematis dan masif maka itu pelanggaran berat dalam pilkada, politik uang sekaligus penyalagunaan wewenang,” tegasnya seraya memastikan jika terbukti, akan ada punishment

Diketahui, lewat media sosial, warga Kota Manado tak henti menyerukan dan meminta Bawaslu agar mengawasi kegiatan pembagian sembako yang biasanya dilakukan oleh calon kepala daerah. Mereka mengatakan, kegiatan tersebut sudah lazim dilakukan saat mendekati pemilihan.

“Pembagian sembako saat ini sedang marak dibicarakan di media sosial. Dalam akun Facebook milik Vayvi Lidya menjelaskan adanya persiapkan pembagian sembako diseputaran gereja solagratia Kayuwatu Manado, yang dijelaskan tempat tersebut milik salah seorang petinggi partai,” ucap Rommy dan Audi warga Ranotana.

Keduanya menegaskan jangan sampai lengah dalam mengawasi tindak pelanggaran pemilihan terutama pada politik uang. Jika ada yang melakukan politik uang,  segera diambil tindakan,” ucap keduanya. (*/Jeffrie RM)