Berdiri sejak tahun 1963, TK GMIM Maranatha Kinilow mulai bangun gedung baru

TOMOHON, beritanusantara.co.id – Berdiri sejak tahun 1963, Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) GMIM Maranatha Kinilow terus berbenah guna menghadirkan pelayanan pendidikan yang profesional demi tertanamnya dasar Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Itu tercermin lewat beragam bentuk karya dan kekaryaan serta inovasi yang ditempuh dengan selalu menselaraskannya dengan tuntutan perkembangan zaman. Satu diantaranya dibuktikan dengan kebijakan untuk membangun gedung sekolah baru sebagai tempat berlangsungnya proses kegiatan belajar dan mengajar.

Kepala Sekolah TK GMIM Maranatha Kinilow, Altje Rie Rapar,SPSI menjelaskan, proses pembangunan gedung baru akan ditandai dengan peletakan batu pertama, yang dilakukan oleh Ketua Komisi Pelayan Kategorial Wanita Kaum Ibu Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Majelis Injili di Minahasa (WKI BPMJ GMIM), Pnt. Dra Adriana Dondokambey,M.Si pada Sabtu (23/2/2019).

Lanjut dituturkannya, kebutuhan akan gedung sekolah baru yang lebih representatif, aman dan nyaman memang sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi TK GMIM Maranatha Kinilow. Sebab bangunan yang saat ini dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengajar yang dinilai oleh banyak pihak sudah tidak memadai.

“Gedung sekolah TK yang saat ini jadi pusat kegiatan belajar mengajar, adalah bangunan yang didirikan dan diresmikan sejak tahun 1963. Memang telah ada beberapa kali perbaikan, namun banyak aspirasi dan masukan dari orang tua murid juga masyarakat, sekolah kami sudah harus dibangun baru. Alasan lainnya adalah demi kenyamanan terutama keamanan anak didik saat berkegiatan di sekolah, mengingat konstruksi bangunannya sudah tua, hingga memicu kekuatiran banyak pihak,” ujar Altje sembari memberikan apresiasi dan respon positif serta dukungan penuh dari Komite sekolah untuk pembangunan gedung baru.

Sementara itu, Harry V. Runtuwene, ketua Komite TK GMIM Maranatha Kinilow, menjelaskan, pembangunan direncanakan selama delapan 8 bulan.
“Kapasitas 2 lantai, dengan estimasi anggaran sebesar 600 juta rupiah. Pembangunan gedung baru ini penting untuk keberlanjutan pendidikan generasi mendatang,” tutur Harry.

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================