BerMapalus Lawan Radikalisme dan Terorisme

MANADO, beritanusantara.co.id – Ulah radikalis dan pelaku teror yang semakin meresahkan masyarakat lintas suku dan agama di Sulawesi Utara, semakin meneguhkan rasa Antipati masyarakat  Sulut khususnya terhadap sepak terjang kaum radikalis dan teroris di daerah ini. Koalisi Mapalus (KM), yang menyuarakan anti Radikalisme dan Terorisme, menggagas mega aksi menolak segala bentuk aksi maupun organisasi radikal dan terorisme untuk bertumbuh dan berkembang dengan mengundang seluruh elemen masyarakat Sulut lintas Agama dan suku dalam mematangkan pelaksanaan aksi, Jumat (01/06/2018) di Cakrawala Room Aryaduta Hotel Manado

Menurut Steven Kembuan ketua umum Ormas Benteng Nusantara mewakili Koalisi Mapalus sebagai penggagas Mega Aksi Menolak Radikalis dan Teroris, aksi ini adalah aksi seluruh elemen masyarakat Sulut lintas Agama dan lintas suku, sebab diyakini masyarakat Sulut sangat cinta damai dan keutuhan sebagai bangsa dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tidak ada yang lebih indah dengan hidup tanpa radikalis dan terorisme, sebab keduanya adalah faham dan aksi yang sangat merugikan dan tidak diajarkan oleh agama manapun yang diakui pemerintah negara kita, ” kata Peps sapaan akrabnya.

Selanjutnya Peps mengatakan KM sebagai penggagas Aksi ini, telah melaksanakan  pertemuan penyatuan visi dengan mengundang seluruh organisasi baik LSM/Ormas maupun organisasi lintas Agama dan organisasi yang berada dibawah Panji Agama, dan menentang Radikalisme dan Terorisme.

“Bersyukur, seluruh yang terundang dapat menghadiri pertemuan dan lebih mematangkan Mega Aksi ini. Organisasi Kristen, Islam, Budha Hindu dan Konghucu serta elemen masyarakat lain termasuk generasi muda dan mahasiswa anti Radikalis dan Terorisme telah bersepakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, ” beber master teologi ini.

Di kesempatan terpisah, Donny Daniel Lasut Ketua Umum LSM Adat Mina’esa Tou Indonesia (MTI)  menyebutkan, aksi ini juga bertujuan  mempererat persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama serta tatanan hidup bermasyarakat di Sulut. “Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, dan rasa persaudaraan dan keakraban adalah modal dasar untuk hidup damai jauh dari sifat Radikalisme dan Terorisme. Apalagi radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama untuk kita lawan,” tegas Idola sapaan akrabnya.

Sementara itu Nouke Paat yang terpilih sebagai Ketua Panitia pelaksanaan Mega Aksi yang dilaksanakan pada 07 Juli 2018 mendatang, mengatakan kegiatan aksi ini diyakini mendapat dukungan seluruh warga Sulut maupun Indonesia pada umumnya.

“Kita cinta damai sehingga Radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama kita semua, tidak ada tempat untuk pengacau di bumi Indonesia dan Sulut khususnya,” tandas Paat.(***/mt) 

Panitia Pelaksanaan Mega Aksi Anti Radikalisme dan Terorisme 07/07/2018

  1. Ketua        : Nouke Paat
  2. Sekretaris : Rusly Umar
  3. Bendahara : Christian Yokung