Blusukan ke Pasar Tradisional Airmadidi, VAP Bernostalgia

Santap Tinutuan dan Kue Khas Tonsea

HARI LIBUR adalah saat yang cocok untuk relaksasi dan berbaur dengan masyarakat tanpa dibelit protokoler sebagai rutinitas pemimpin daerah.

Kesempatan ini, juga dimanfaatkan bupati Minahasa Utara (Minut) Ibu Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dengan beramah-tamah dengan pelaku ekonomi kerakyatan di Pasar Tradisional Airmadidi yang melegenda. VAP terlihat dengan santai menyapa para pedagang dan pengunjung pasar.

Kemudian berhenti disalah satu lapak makanan, yang menyediakan menu Bubur Manado atau akrab disebut Tinutuan untuk sarapan atau Smokol dalam dialek bahasa Manado, Sabtu (09/6).

“Pasar Airmadidi banyak menyimpan kenangan, kong so lama nda datang pasar pagi-pagi, mo smokol mie Tinutuan,” ujar VAP sambil bernostalgia dengan santapannya didampingi keluarga dan kerabat dekat sang bupati.

Melewati lokasi berjualan kue tradisional (kukis basah) yang telah dikenal hingga luar daerah ini, kehadiran VAP langsung menarik perhatiasn dan histeria para kaum lansia serta ibu-ibu yang ada.

“Ibu Vonnie torang mo tahan bacirita dulu sadiki disini, sambil makan kukis,” kata salah satu pendukung VAP semasa Pilkada, Ringking Dungus wanita asal Kelurahan Rap-rap, sambil menyodorkan beberapa macam kue basah ke bupati pilihannya itu.

Blusukan ala VAP terus berlanjut dengan dibelinya beberapa kebutuhan dapur oleh bupati yang gemar masak untuk keluargannya ini.

“Memasak bukan mhal yang asing bagi saya, sudah terbiasa,” kata VAP sambil membeli beberapa bahan sayuran dengan wajah yang terlihat gembira ini.

Usai berbelanja dan berinteraksi dengan aktivitas pasar, VAP yang kerap peduli dengan masyarakat bawah ini, tak lupa membagi berkat alakadarnya untuk rakyat yang menyemut disekitar lokasi perjalanan bupati di pasar Airmadidi.

“Ibu pamit pulang dan semoga Tuhan Yesus menyertai torang samua yang ada di Minahasa Utara,” ujar bupati wanita pertama pihan rakyat yang memimpin Minut untuk kedua kalinya ini. (mt)