BNSP Tetapkan Prodi EBL Polimdo Sebagai Tempat Uji Sertifikasi Nasional

MANADO, beritanusantara,co.id – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menetapkan program Pengembangan skema sertifikasi sebagai wujud Penilaian Mutu Pendidikan Tinggi Vokasi Berstandar Industri. Politeknik Negeri Manado (Polimdo) tercatat masuk satu diantara 10 (sepuluh) Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Politeknik Negeri sebagai penerima hibah guna menyelenggarakan pengembangan skema sertifikasi bidang Hospitality, yang pengimplementasiannya dilakukan secara bertahap dan berkolaborasi dengan industri mitra.

Ketua Ketua LSP Polimdo, Susi Marentek, SE, M.SA, ketika memberikan materi dalam kegiatan sertifikasi kompetensi dan profesi vokasi di Prodi EBL

Selaras dengan itu, Politeknik Negeri Manado khususnya Program Studi Ekowisata Bawah Laut (Prodi EBL), telah menerapkan Skema Sertifikasi Klaster Pemantauan Aspek Biofisik, Sosial, Budaya Dan Ekonomi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Skema itupun oleh BNSP ditetapkan masuk dalam kategori skema nasional. Penetapan itu setelah melewati proses yang panjang yakni pemeriksaan materi uji kompetensi (MUK) oleh pihak BNSP dan sudah menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi. Diketahui, skema yang diterapkan Prodi EBL tersebut diketuai oleh Dannie Oroh, S.Pi, M.Si.

Kegiatan sertifikasi kompetensi dan profesi vokasi yang dilaksanakan Podi EBL

Terkait dengan Penilaian Mutu Pendidikan Tinggi Vokasi Berstandar Industri, Ketua LSP Polimdo, Susi Marentek, SE, M.SA mengatakan bentuk pengembangan Skema Sertifikasi merupakan tanggung-jawab setiap Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan salah satunya adalah LSP-P1 disetiap perguruan tinggi Vokasi Politeknik Negeri yang ada di lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Pengimplementasian Skema sertifikasi bidang Hospitality itu dilakukan secara bertahap dan berkolaborasi dengan industri mitra. “Skema Sertifikasi Nasional berdasarkan Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional (KKNI) level 5 dan 6 (untuk program pendidikan Diploma Tiga dan Diploma IV/Sarjana Sains Terapan). Sedangkan menyangkut penyusunan standar sertifikasi, berupa Skema Sertifikasi berstandar IDUKA (Industri, Dunia Usaha dan Kerja) ini terdiri dari penyusunan tiga komponen sertifikasi kompetensi yakni : (pertama) Skema sertifikasi itu sendiri, (kedua) Materi Uji Kompetensi/perangkat Uji, dan (ketiga) Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) tempat uji kompetensi (TUK),” Jelas mantan ketua jurusan Akutansi ini, sembari menambahkan bahwa  dalam mengejahwantahkan skema tersebut Prodi EBL menjalin kemitraan dengan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).

Sementara itu, staf dosen Polimdo Dannie RS Oroh, S.Pi, M.Si mengatakan Output dan outcome dari penerapan Skema Sertifikasi Klaster Pemantauan Aspek Biofisik, Sosial, Budaya Dan Ekonomi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, sangatlah signifikan. Dimana, saat kembali ke masyarakat, mahasiswa lulusan prodi EBL telah benar-benar siap menjalani dunia industri vokasi. “Ini tentunya menjadi satu dari banyak indikator keberhasilan Prody EBL Polimdo,” ujar Dannie.

Lebih lanjut mantan kepala laboratorium Konservasi Prodi EBL Polimdo ini mengaku bangga, karena telah melaksanakan kegiatan seritifikasi kompetensi dan profesi vokasi, yang akhirnya diakui dan saat ini pemberlakuannya telah ditetapkan menjadi standar nasional. “Dalam hal peningkatan mutu perguruan tinggi menghadapi revolusi 4.0, kami telah berupaya mengharmonisasikan kegiatan kependidikan vokasi di prody EBL dengan kebutuhan Industri. Dan pelaksanaan seritifikasi kompetensi dan profesi vokasi untuk Skema Sertifikasi Klaster Pemantauan Aspek Biofisik, Sosial, Budaya Dan Ekonomi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, merupakan bentuk pengabdian yang saya wujudkan sewaktu dipercayakan sebagai kelapa laboratorium,” pungkas Dannie yang juga sehari-hari menjabat sebagai Ketua harian ISKINDO.(JeffrieRM)