Bukti Peradaban Dihancurkan, Jati Diri Minahasa Terkesan Sengaja Dimusnahkan

MANADO, beritanusantara.co.id Perlahan namun pasti, jati diri suku Minahasa kian mengarah kepada kepunahan. Pembabatan secara drastis guna memutuskan mata rantai antara genarasi pendahulu, sekarang dan masa depan terus dilakukan secara halus dan terstruktur yang terkamuflase dengan apik dalam satu kata, yakni pembangunan. Bukti konkritnya terpapar dengan jelas lewat penerapan kebijakan menghancurkan bukti-bukti peradaban dari masa lampau, seperti situs waruga.

Proyek Strategis Nasional Di Sulawesi Utara yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 dan Inpres Nomor 1 Tahun 2016, berwujud pembangunan waduk Kuwil di Minahasa Utara yang ditangani langsung oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, ditengarai menjadi pemantiknya. Sebab, mega proyek tersebut pada akhirnya berimbas pada pengrusakan situs waruga yang merupakan makam tua leluhur Minahasa.

Beragam kecaman kini bermunculan, terlebih dari kalangan pegiat adat dan budaya. Sorotan kekecewaan kepada pemerintah memblooming lewat berbagai sarana, terutama di media sosial facebook.

Satu diantaranya adalah status dari akun Bastin Tuama Minahasa, dengan statusnya : Sebagian yang tersisa dari WARUGA” yg Hancur di KINANGKOAN dan PINANDEAN, Minahasa Utara… Sungguh Sangat Tidak Tau Adat Orang” yang Memindahkan dengan Eksavator Waruga” Ini… Demi Membuat WADUK, SITUS BUDAYA pun Mereka Gusur dan Hancurkan… Tidak ada Tempat lainkah untuk Membuat Waduk? Kenapa Harus Situs Budaya ini? Itu Kampung dan Rumah Leluhurmu…
Apakah Anda” KELUAR dari Batu?
Mudah”an Anda tidak bernasib sama seperti Beberapa orang teman kalian yang sudah Mati, Stroke, dll akibat merusak Rumah Peristirahatan Leluhur Minahasa, yaitu WARUGA…  SAYA BANGGA dengan LELUHUR MINAHASA yg mewariskan WARUGA sebagai Karya yang Sangat Indah… Salam Budaya Minahasa…. I YAYAT U SANTI.

Dalam statemen yang lain, Bastin menyerukan agar waruga diselamatkan agat generasi mendatang bisa mengetahui catayan sejarah para leluhur.  “Save WARUGA. Mungkin cmn ada di Minahasa, Kasihan Anak cucu kita, Jika mereka hanya mengenal waruga Lewat Sosmed saja. Pemerintah harus bijak. Ada Waduk Ada Situs Budaya,” ujar tonaas Franky Bastin Boseke, sang pemilik akun Facebook tersebut.

Mirisnya, ditengah maraknya sorotan tajam dari warga, Balai Sungai Wilayah Sulawesi I, terkesan enggan menanggapi serius situasi yang ada. Itu terbersit dari jawaban konfirmasi yang dilakukan lewat fasilitas WatsApp kepada Kepala Satuan Kerja Proyek Bendungan Kuwil-Kawangkoan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Novi Ilat.

“Mohon maaf. Kita masih rapat di Denpasar. Rapat Pemantauan Pelaksanaan Progres Bendungan” ujar Novi.

Penulis : Jeffrie R. Montolalu