Desa Sampiri Terancam Terisolir, Kadis PU Minut “Tutup Mata”

Luntungan : Evaluasi Kinerja Kadis PU

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id – Ruas jalan penghubung desa Sampiri ke desa Sawangan rusak parah dan tidak mendapat perhatian dinas Pekerjaan Umum pimpinan Kadis Jossy Kawengian. Kondisi ini mendapat sorotan tajam pemerhati sosial kemasyarakatan Minahasa Utara (Minut) Wiliam Luntungan.

Kepada beritanusantara.co.id, Kamis (16/08/2018), Luntungan yang juga ketua Gerakan Bela Rakyat (GEBRAK) Minut ini menyebutkan, kinerja serta kurangnya kepekaan Kadis PU terhadap keluhan warga desa Sampiri tentang rusak parahnya akses jalan, sebagai satu-satunya urat nadi perekonomian dan akses urusan kemasyarakatan lainnya di desa, sehingga salah satu desa penyanggah kota Airmadidi sebagai ibunya Minut ini,  yang terancam Terisolir.


“Saya melihat hal ini adalah karena kurang pekanya kadis PU dalam memimpin, sebab seharusnya akses jalan utama desa yang rusak parah ini, sudah terinventarisir dan menjadi prioritas perbaikan maupun peningkatan, sehingga keluhan masyarakat yang juga adalah pendukung Ibu VAP ini dapat ditindaklanjuti dengan waktu relatif singkat, herannya ini sudah bertahun tanpa ada perhatian dari dinas yang saat ini dipimpin Kadis Jossy Kawengian,” kata Wiliam.


Selanjutnya Wil sapaan akrab pria familiar ini mengatakan, ruas jalan yang rusak parah di desa Sampiri, merupakan akses penunjang kota Airmadidi sebagai ibukota Minut dan seharusnya cepat ditanggapi dan diberbaiki ataupun ditingkatkan. “Sudah beberapa kali saya mendengar langsung keluhan masyarakat Sampiri. Akses penunjang kota Airmadidi saja masih rusak, apalagi dengan ruas jalan di desa-desa lainnya di Minut, sudah waktunya kadis PU dievakuasi, jika tidak mampu bersinergi dengan bupati dan Jajaran yang lain, kan masih banyak pejabat yang layak untuk posisi kadis PU di Minut, ” sindir Luntungan.
Sementara itu Ketua Umum LSM Maesa’an Tou Malesung Meiyer Tanod, S.Sos menyebutkan, jika kadis PU Minut terkesan kurang tanggap dengan kebijakan bupati yang memperhatikan kesejahteraan rakyat di daerah ini, sebaiknya jabatan tersebut ditinjau kembali, sebab saat ini banyak putra daerah di Minut yang sudah layak dan memiliki kepekaan serta cepat tanggap dengan kinerja bupati.
“Jika akses jalan yang kecil saja tidak diperhatikan, bagaimana seorang kadis PU, dapat mengawal kebijakan pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Ibu VAP sebagai bupati. Dan tentunya masih banyak yang lebih layak untuk bersinergi dengan semangat pembangunan sebagai program pemerintah Minut dibawah kepemimpinan VAP untuk tahun-tahun mendatang,” kata Tanod.

Terpisah ketua MAPATU Minut Stenly Lengkong,  menyebutkan ruas jalan yang rusak ini sudah sejak 2017 silam menjadi sorotan baik media maupun masyarakat, tapi tidak kunjung diperbaiki. “Seharusnya jalan Sampiri ini menjadi skala prioritas, namun dinas PU sebagai penanggung jawab tidak peduli,” kata Endy sapaan akrabnya. (mt)