Dispar Minut Apresiasi Pergelaran Seni dan Budaya di Sawangan

Pelaksanaan di Taman purbakal Waruga Sawangan dan Didukung Bumdes Saduan

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id  – Fokus pada pelestarian budaya Tonsea sebagai salah satu potensi pariwisata membuat  Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara,  terus mengenjot potensi adat, tradisi dan seni budaya. Akan halnya pelaksanaan kegiatan Pergelaran Seni dan budaya di taman Cagar Budaya Waruga Sawangan, Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara, Selasa (01/05/2018)

Diawali  doa bersama oleh Pdt Jerry Kolamban dari GPT Tabernakel Sawangan.

Selanjutnya sambutan Bupati Minahasa Utara yang dibacakan Kadis Pariwisata, Theodora Luntungan SE.

“Dalam rangka mendongkrak situs dan wahana pariwisata yang cukup menonjol dan berkelas di Tanah Malesung ini, maka Pemkab Minahasa Utara sangat menyambut baik digelarnya seni budaya warisan leluhur daerah tercinta ini,” katanya.
Lanjut Luntungan, pelestarian  adat dan budaya harus dilanjutkan serta menjadi tanggung jawab bersama. Bahkan juga harus melibatkan generasi muda,  sebab ada pepatah tak kenal maka tak sayang.
“Pariwisata adalah salah satu Visi Pemkab Minut, dan kewenangan ini  melalui Bidang Kebudayaan di Dinas Pariwisata yang sangat peduli terhadap  pelestarian seni budaya di Minut” kata Luntungan.
Desa Sawangan sebagai Desa Adat terbanyak dikunjungi wisatawan Nusantara dan Mancanegara, urai Luntungan.

Masyarakat Desa Sawangan juga dihimbau untuk menjaga keamanan situs budaya Waruga, seni budaya, serta potrnsi wisata arung-jeram yang kita miliki.
“Juga sarana pariwisata yang sudah dibangun untuk terus dikembangkan dan dipelihara baik agar melalui sektor pariwisata yang kita miliki, dapat mengangkat Desa Sawangan menjadi daya tarik wisataunggulan Kabupaten Minahasa utara,” tandas Theodora Luntungan.
Pagelaran Seni Budaya Wanua Sawangan di Taman purbakal Waruga Sawangan kian semarak ketika hadirin dihibur Tari Katrelly yang dibawakan anak-anak SD Inpres Sawangan, kemudian SD Negeri Sawangan, SMP Negeri 3 Sawangan.

Di moment tersisa, panitia pelaksana besutan Ketua Ormas Adat Waraney DPC Minut, Welly Mantiri, meluangkan kesempatan, SEKJEN / Ketua Aliansi Adat LSM Waraney Sulut, Chris Lengkong ST, didampingi salaah satu Tetua Adat Wanua Sawangan, menguraikan arti budaya dan arti luas dari WARANEY.
“Torang tarik adat budaya, sebetulnya torang samua badudara, makanya torang samua harus baku jaga, dan jangan salah paham dengan arti ‘Ritual Budaya,” ajaknya.
Lanjut Lengkong, karena imperialisme asing yang ingin memecah belah Nusantara, maka bangsa asing menyebut bangsa Minaesa sebagai Bangsa Arifuru, padahal kita Bangsa Malesung sudah mengenal agama dengan memanjatkan doa kepada Tete Manis (Opo Empung) yang dalam bahasa Modern artinya adalah Tuhan yang maha Agung.

Kampung atau Desa Sawangan sudah berusia 806 tahun yabg diperingati
setiap tanggal 11 November.

Kalau kita kuat dalam menajaga adat-budaya saat ini, maka kita tetap terbiasa dengan budaya malu, dan takut menyimpang dari ajaran agama.
1888, asal Belanda dan Jerman Penginjil Riedle dan Schwarz menemukan Watu Pinawetengan.
Merwka simpulkan Demokrasi terhebat pembagian 4 suku pertama terbesar yaitu Tonsea, Tolour, Tombulu dan Tountemboan, sehingga sekarang mekar menjadi 9 suku.
Itulah sebabnya Jemaat GMIM tetap
pakai Logo Manguni,
Sedangkan makna atau arti luas Waraney artinya pemberani, pelindung, penjaga (era sekarang, membesarkan anak-anak, memebesarkan, memanusiakan).


Mari torang jaga itu budaya Mapalus, sebab dalam arti luas Mapalus juga bukan hanya dalam segi pertanian, namun masih banyak hal positif yang harus mengedepankan budaya mapalus, agar semua dapat diselesaikan dengan ringan dan memuaskan.
“Kami harap Pemerintaah Pusat mampu wujudkan Kampung tua ini menjadi NEGERI ADAT SAWANGAN, mau contoh, mari torang lia itu daerah Bali. Tanah adat tsk.dapat diperjual belikan tanpa melalui kearifan lokal.
Ketua Umum LSM Waraney Tanah Toar Lumimuut, Audy Malonda menitipkan pesan kepada Pemkab dan Dekab Minahasa Utara, bantu adat dan budaya, terutama dalam aneka potensi dan anggaran.

Hadirin kemudian dihibur atraksi Musik Kolintang SMP Negeri 3 Airmadidi (Sawangan)

Usai dihibur dengan Tarian Kabesaran Wanua Sawangan, pemerintah Desa Sawangan memperkenalkan Group Kolintang LEGACY Sawangan yang sudah meraih penghargaan si Indonesia, seperti Juara I di Bali tahun 2015, yang akan berangkat ke Kota Surabaya, mengikuti ajang bergengsi dari PINKAN RI.(mt/ADV)