Gaghana Minta Keterbukaan Terhadap Masalah Jaringan Di Sangihe

SANGIHE, beritanusantara.co.id – Sudah hampir setahun usai dibangunnya terminal palapa ring, namun hingga saat ini belum juga dirasakan maanfaatnya oleh masyarakat. Kondisi ini membuat Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana meminta keterbukaan terhadap permasalahan jaringan komunikasi dan internet yang terjadi di Kabupaten Sangihe.

Hal ini disampaaikan Gaghana pada saat diskusi bersama dengan Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam RI Sigit Priyono, dan juga pihak Telkomsel, Telkom, serta pihak Badan Aksebilitasi Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Aula Rumah Jabatan Bupati, Rabu (23/10).

Usai mendengar penjelasan dari semua pihak yang terkesan tidak tepat sasaran pada masalah pokok yang terjadi di Sangihe, Gaghana menjelaskan kondisi real dialami masyarakat maupun pemerintah daerah ketika koneksi jaringan tidak stabil

“Kami merasa sangat dirugikan karena setiap pekerjaan yang memerlukan akses internet, jadi terhambat akibat jaringan tidak stabil, sehingga pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan pada siang hari, harus menunggu malam hari saat internet bisa diakses,” Ujar Gaghana.

Lanjut disampaikan Gaghana, kalau memang ada pola bisnis yang mungkin tidak memenuhi syarat dari pemerintah daerah, mari diperjelas dan terbuka, sehingga permasalahan ini bisa ditemukan solusi, tidak hanya sampai pada diskusi seperti ini.

Gaghana menuturkan, memang dari pemerintah pusat sudah clear, baik dari pihak BAKTI karena terminal sudah terpasang, namun yang perlu bicarakan adalah dari terminal pala ring ke konsumen, karena sampai sekarang manfaatnya belum dirasakan oleh masyarakat sangihe.

“Saya sudah pernah diundang untuk membicarakan program digitalisai terhadap nelayan dan pengembangan desa digital di stasiun TVRI, namun pada kenyataannya di Sangihe akses jaringan internet masih kurang maksimal,”tuturnya

Dirinya berharap ada pengambilan keputusan dari pihak telkom, maupun telkomsel, sehingga permasalah ini bisa segera teratasi karena tidak hanya masyarakat di kota Tahuna yang membutuhkan layanan internet, tapi seluruh masyarakat sampai pelosok kampung.

“Kalau dari sisi bisnis mari kita terbuka, sehingga kami pemerintah daerah akan memenuhi persyaratannya untuk menyelesaikan problem-problem real yang dialami masyarakat,” tutup Gaghana. (allen)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================