Kesepakatan 6 Parpol “Kurang Sakti”, Fraksi Klabat Terancam Batal

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id – Kesepakatan pembentukan Fraksi Klabat sebagai fraksi gabungan 6 partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Minahasa Utara (Minut)  ternyata kurang sakti, sehingga pengusulan fraksi tersebut terancam kandas.
Polemik ini mengemuka, ketika tiga partai koalisi masing-masing PAN, Hanura dan Perindo menyatakan keluar dari fraksi klabat dan kemudian bergabung dengan PKB membentuk fraksi Tonsea.
Hal ini berbuntut panjang dan semakin menguatkan perpecahan fraksi Klabat pimpinan Sintya Erkles sebagai dan Denny Sompie harus dibentuk kembali, pasalnya Ketua Dewan Sementara Denny K Lolong, tetap pada pendiriannya dalam pembentukan Fraksi mengacu pada Tatib tahun 2018, yang mengisyaratkan hanya ada satu Fraksi Gabungan di Dewan Minut, namun mendapat penentangan dari partai lainnya, sehingga 17 anggota dewan menyatakan Walk Out dari sidang paripurna pengesahan fraksi dan pimpinan DPRD Minahasa Utara definitif, Selasa (17/9) malam.
Sidang yang dipimpin ketua DPRD Denny Lolong tersebut, memang telah dihujani interupsi oleh sejumlah anggota yang keberatan dengan pembacaan surat pembentukan Fraksi oleh sekretaris DPRD Yossy Kawengian, setelah muncul tiga surat dari PAN, Hanura dan Perindo yang menyatakan keluar dari Koalisi dan bergabung dengan PKB dan membentuk Fraksi Tonsea.
Ketika pembacaan tersebut dipaksakan, 17 anggota DPRD dari partai Nasdem, Golkar, Demokrat, PKB, Hanura, PAN dan Perindo, langsung WO dengan alasan pembacaan surat pembentukan Fraksi Klabat tidak seharusnya dibacakan, akibat masih berpolemik dengan keluarnya tiga parpol.
“Janganlah buru-buru membacakan surat masuk soal fraksi partai gabungan ini. Sebab berdasarkan Tatib hanya bisa 1 fraksi sementara yang masuk ke sekretariat 2 fraksi yakni usulan fraksi Klabat dan Tonsea. Ini yang harus disikapi oleh sekretariat dengan bijak untuk menghindari terjadinya konflik diruang persidangan seperti yang terjadi saat ini.” kata Sarhan Antili anggota DPRD dari partai PKB.

Lain halnya dikatakan Denny Sompie, menurutnya usulan fraksi Klabat sudah memenuhi ketentuan karena kesepakatan untuk membentuk fraksi sudah ditanda tangani dan cap oleh pimpinan partai. Untuk itu tidak ada alasan bagi sekretariat dewan tidak membacakan surat yang dilayangkan partai gabungan untuk membentuk fraksi Klabat.

“Siapa bilang surat yang kami sampaikan itu tidak sah ?. Surat yang kami sampaikan itu ada cap dan tanda tangan basah oleh pimpinan partai. Jika pun ada partai yang menyatakan keluar dari koalisi ini, tidak serta merta menggugurkan usulan kami karena secara aturan kami di fraksi Klabat masih memenuhi kuota kursi untuk membentuk fraksi.”tegas Sompie.

Menyikapi persoalan soal usulan fraksi klabat dan tonsea, ketua DPRD Minahasa Utara Denny Lolong menuturkan akan melayangkan surat kembali ke pimpinan partai masing untuk memasukan nama fraksi dan anggota. Hal ini dimaksudkan agar tarik menarik antara fraksi klabat dan tonsea bisa terselesaikan sehingga penetapan fraksi ini bisa segera dilaksanakan.
“Persoalan yang terjadi terkait usulan fraksi klabat dan tonsea adalah dinamika dalam politik yang lumrah. Untuk itu kami akan melayangkan surat ke pimpinan partai masing- masing dengan harapan persoalan ini bisa ada kepastian apakah fraksi klabat atau fraksi tonsea yang akan digunakan,” ujar Delon sapaan akrabnya.
Berdasarkan amatan saat sidang paripurna berlangsung, anggota DPRD yang menolak menolak usulan fraksi klabat untuk disahkan menjadi fraksi lebih banyak dibanding yang setuju. Ini terpantau dari jumlah anggota DPRD yang walk out disaat pembacaan surat masuk usulan fraksi klabat. Hal ini jika koalisi pro dengan pembentukan fraksi klabat tidak mampu melakukan lobi, maka usulan fraksi klabat terancam kandas apabila tidak ada kata mufakat, maka pengambilan keputusan dapat melalui pemungutan suara. (mt)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================