KIA Minut Segera Dilaunching Untuk 35 Ribu Anak

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Minahasa Utara (Minut) segera melaksanakan Launching Pencetakan dan Penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi 35.000 anak yang ada di Minut.

Hal ini sesuai dengan Permendagri nomor 2 tahun 2016 tentang KIA. Dimana KIA ini diterbitkan untuk mendorong peningkataan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak. KIA ini terdiri dari 2 jenis. Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan untuk anak 5 sampai 16 tahun. Hal ini diungkapkan Plt. Kepala Dinas Dukcapil Minut melalui Kepala Bidang Pencatatan Sipil Anita Enoch SH MH saat ditemui disela rapat paripurna penetapan APBD Minut tahun 2019 Jumat (30/11) di ruang sidang kantor dewan.

Menurut Enoch, beberapa langkah yang sudah ditetapkan Disdukcapil adalah pelayanan pembuatan KIA. Diantaranya peluncuran program KIA ini akan dilaksanakan pada desember 2018 ini, kemudian Disdukcapil Minut akan mengambil data di sekolah SD dan SMP agar mudah dikoordinasikan.
“Blanko untuk KIA telah terasedia, jadi warga Minut silahkan mengurus KIA untuk anak mereka. Kemudian bagi yang berusia 0 sampai 5 tahun tidak diwajibkan pas foto karena KIA-nya langsung dicetak. Tapi yang berusia 5 tahun sampai 16 tahun diwajibkan membawa pas foto anak untuk discan,” terang Enoch.

Ditambahkan, Kabid Pencatatan Sipil, dengan syarat utama anak yang bersangkutan harus sudah memiliki akte kelahiran, mebawa kartu keluarga, dan KTP-El kedua orang tua. Mengisi formulir yang disediakan Disdukcapil Minut, Tidak perlu lagi ada pengantar dari desa atau kelurahan. Demikian juga bagi mereka yang mengurus akte anak, sekaligus akan diberikan kartu identitas anak. KIA ini merupakan implementasi tindak lanjut dari Permendagri nomor 2 tahun 2016 tentang KIA. Dimana hal ini diundangkan sebagai suatu bentuk kebijakan pemerintah dalam upaya perlindungan anak atas hak identitasnya.(mt/***)

Beberapa manfaat jika anak memiliki KIA :

– Ketika anak mengalami kejadian di jalan dan sedang tidak berada bersama keluarga, akan mudah ditelusuri alamat dan asalnya.
– Jika mengalami musibah atau kecelakaan anak tersebut bisa cepat dilacak alamatnya.
– Pengurusan beasiswa.
– Mendapat diskon tertentu ketika membeli keperluan sekolah.
– Atau kunjungan studi tour keberbagai fasilitas pemerintah seperti museum dan tempat lainnya.