Kumtua  Kindangen Bantah soal laporan Ke Kejari oleh  sejumlah Oknum yang mengatas namakan Masyarakat Kembes 1 Tombulu. 

MINAHASA,beritanusantara.co.id – Terkait  laporan ke Kejari Minahasa tentang  dugaan penyalagunaan anggaran DD dan ADD dari sejumlah Oknum  yang mengatas namakan masyarakat desa Kembes 1 apa yang mereka laporkan terlalu Tendensius, Hal ini dikatakan Hukum Tua Desa Kembes 1 Audy E Kindangen, Sabtu (5/10/2019) kemarin.

Kindangen menuturkan, dari seluruh laporan ke Kejari Tondano  semuanya tidak didukung dokumen atau fakta yang riil alias data palsu dan terkesan mengada-ada .”ungkapnya.

Menurutnya, dari sejumlah yang terdapat dalam laporan, itu hanya diduga-duga atau mengandai -andai saja ,contoh laporan kegiatan tim penggerak PKK untuk tahun 2019  dana tersebut belum digunakan karena rencana kegiatan belum ditentukan apakah bulan oktober atau november 2019 dengan kata lain tidak mungkin kegiatan belum dilaksanakan pihaknya sudah mau keluarkan uang. “ujar Kindangen.

Terkait sewa alat  Ekskafator menurut mereka (pelapor)  tidak sesuai  RAP seperti Jenis atau tipe yang besar/kecil dan waktu pemakaian alat tidak sesuai ,hal tersebut salah besar dan jelas saya bantah itu , karena sesuai data RAP  hanya menunjukan sewa Ekskafator dan tidak menujukan jenis besar atau kecil atau tipe apa, “jelasnya.

Pihaknya sangat heran dan bingung Pekerjaan tahun 2019 yang belum dilaksanakan masuk dalam  laporan ke kejari yang dianggap bermasalah, Bagi saya sebagai kuasa pengguna anggaran semua proyek yang didanai lewat Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017/2018 telah diperiksa oleh dinas terkait yakni Dinas PMD dan Inspektorat dan buktinya  desa Kembes 1 tidak ada temuan ataupun masalah sejak dari tahun ke tahun tetap berjalan dengan baik,” terang Kindangen.

Jika saya di panggil untuk mengklarifikasi soal laporan ini, dirinya  secara tegas mengatakan siap hadapi proses hukum karena pihaknya didukung data fakta yang bisa dipertanggung jawabkan ,”kita so siap jangan sampe dorang kira kita panako atau nda brani mo menghadap pihak penegak hukum, saya petaruhkan nama baik saya, keluarga saya ,bahkan seluruh masyarakat Kembes satu ,”tegas Kindangen.

” Saya siap memberikan keterangan dengan data yang ada untuk membuktikan bahwa yang mereka laporkan itu tidak benar,” ungkapnya.

Dirinya  menyayangka kepada oknum-oknum tersebut dengan wajah dan mata berkaca-kaca, Kumtua yang terkenal murah senyum ini mengungkapkan rasa kecewanya terhadap apa yang sudah dilakukan oleh warganya sendiri.

” Mereka sudah melakukan pencemaran nama baik, bukan hanya saya yang merasakan tetapi juga Keluarga dan Masyarakat dengan hal tersebut yang sudah dirugikan dengan pemberitaan yang tidak benar,” ujarnya.

Dikatakannya, terkait berita yang beredar saat ini, masyarakat desa Kembes 1 nampaknya tidak terpengaruh.

” Karena mereka (Masyarakat desa kembes 1 red) percaya dengan kepemimpinan saya sampai saat ini,” kata dia.

Walaupun demikian, Kindangen mengatakan bahwa secara manusia dirinya memaafkan apalagi mereka merupakan warganya.

” Akan tetapi pihaknya  tetap menghormati aparat hukum dan proses hukum yang ada,” pungkasnya.

Disisi lain Menariknya, Kepala Jaga 1 Novi Pontororing mengungkapkan bahwa oknum pelapor ini mencoba mengajak masyarakat jaga 1 untuk bertanda tangan sebagai bentuk dukungan dengan menawarkan uang imbalan sebesar Rp. 100 ribu.

” Warga jaga 1 yang melapor kepada saya, warga mengatakan, ” mereka datang dan menawarkan uang Rp.100 ribu jika bersedia bertanda-tangan “, ungkapnya.

Namun, lanjut dia, warga tidak mau. Karena mereka percaya apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan pemerintah desa Kembes 1 dalam hal ini Hukum Tua sudah sesuai dengan aturan regulasi .

” Jadi, kalau ada timbul cerita-cerita yang dilakukan oleh ke-5 orang ini mengatas namakan masyarakat kembes 1 itu tidak benar, itu laporan cuma dari mereka ,” tegasnya.

Dari informasi dimasyarakat salah satu pelapor  atas nama Frangki Mamuaya  alias FM tidak lain mantan sekdes, oleh Hukum Tua Kembes 1 Kindangen oknum tersebut diberhentikan dari jabatan sekdes dan dipindahkan ke kepala urusan disebabkan  banyak berulah serta bermasalah saat itu.

Yang mirisnya oknum mantan Sekdes FM tersebut  saat menjabat  ,seluruh laporan pertanggung jawaban pekerjaan dan kegiatan Desa Kembes 1  yang  anggaran berasal dari DD dan ADD ,FM yang membuat, semua bukti Nota, Kwitansi sampai dokumen rapat era kepemimpinan Kindangen tahun 2017 sampai 2018 semua FM yang buat,namun yang anehnya FM yang melaporkan terjadi Korupsi, ada apa dengan FM. “Ujar Marten salah satu warga  Kembes 1.

Pihak Keluarga Hukum Tua Kembes 1 bersama warga  ,berjanji akan lapor balik  terkait Pencemaran Nama Baik Kepihak penegak hukum.,jika laporan 5 warganya tersebut tidak benar alias palsu.

Salah satu pelapor berinisial RK saat di konfirmasi  saat lalu, dengan nada ragu ragu menyatakan siap jika  dilapor balik Hukum Tua bersama perangkatnya terkait Pencemaran nama baik,”Torang siap noo jika laporan kami tidak benar. “ujar RK.

Informasi saat ini Pihak Hukum Tua bersama  seluruh perangkat sudah menyusun sanggahan terkait laporan dan sudah serahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Tondano.

Terkait  laporan  tersebut pihak Kejaksaan sedang mencari data dan informasi atau sementara dilidik.

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================