Jaga Dan Lestarikan Warisan Leluhur, Makatana Minahasa Gelar Apel Akbar

Posted by

Minahasa, beritanusantara.co.id – Ribuan anggota Makatana Minahasa (Makmin) memadati Kota Tondano dalam acara syukur Hari ulang Tahunnya yang ke-6. Semangat menjaga warisan leluhur dan tekad menjadi teladan baik di Tanah Toar Lumimuut, terekspresikan di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Sabtu (18/11) sore itu.

 


Tenda-tenda penuh. Seluruhnya menggunakan perlengkapan adat seperti Susu’unan dan sebagian menggunakan seragam organisasi. Mereka datang dari seluruh pakasaan di Sulawesi Utara (Sulut).

“Kurang lebih ada sekitar 2.000 orang yang hadir. Anggota Makmin yang tercatat termasuk dengan simpatisan sehingga diperkirakan. Pelaksananya Pakasaan Minahasa Walak Tondano,” ungkap Ketua Umum Makmin, Rico Sumilat.

“Acara diawali tarian Kawasaran dan diikuti musik Kolintang Wanua Tombariri Timur. Kemudian ibadah serta ritual adat Minahasa. Terakhir parade budaya seputar Tondano,” sambungnya.

Peringatan ke-6 tahun itu, dirangkaikan pula dengan HUT Minahasa ke-589. Tujuannya, dalam rangka mengangkat budaya Minahasa khusunya bagi generasi muda. Supaya lebih mencintai adat dan tradisi warisan leluhur.
“Ormas Makatana Minahasa diharapkan bukan saja punya banyak anggota tapi menjadi terbaik untuk Minahasa khususnya di bidang budaya,” jelasnya.

Sekretaris Jendral Makmin, Yusak Tangkilisan mengungkapkan, di pelaksanaan HUT ke-6 seluruh anggota diharapkan bisa terus menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat Minahasa warisan leluhur keturunan Toar dan Lumimuut.

“Kiranya pesan orangtua tentang maesa-esaan, selalu dijaga. Hentikan tindakan-tindakan anarkis yang dapat merugikan sebagai tou Minahasa,” tambahnya.

Ketua Walak Tondano Barat Pakasaan Minahasa, Joel Sumampouw mengungkapkan, sebagai pelaksana kegiatan mereka sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

“Puji Tuhan dan bersyukur ada banyak teman-teman dan sumber dana yang membantu. Baik dari pemerintah, ormas kepemudaan serta lembaga-lembaga yang membantu lancarnya kegiatan kita di Tondano,” ucap Joel.

Ia berharap, lewat kegiatan tersebut bisa memberikan pesan penting bagi masyarakat. Selain itu, dapat jadi wadah mengajarkan tentang bagaimana sebenarnya adat dan tradisi Minahasa.

“Ini juga hendak menyampaikan bahwa ternyata di Tanah Minahasa, masih ada pelindung-pelindung negeri atau Kelung Umbanua. Masih ada yang menjaga, melestariakan adat dan budaya,” urainya.

Kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan bisa mengubah image tidak baik masyarakat tentang adat Minahasa itu seperti kawasaran. “Di sini kita perlu menunjukkan seperti apa penjaga tanah Minahasa yang benar-benar berbudaya, memiliki hati yang tulus untuk berjuang menjaga, melindungi tanah tercinta,” tegasnya.

Maksud dibuatnya kegiatan ini di Tondano salah satunya untuk mengangkat kembali citra pejuang Minahasa Dr Sam Ratulangi yang kini dinilai semakin kurang diparesiasi. Apalagi Tondano dianggap sebagai pusatnya Minahasa.

“Bagi orang Tondano sendiri silahkan melihat bagaimana ormas adat yang benar-benar terjun di budaya, bukan untuk politik. Di sini benar-benar akan mengedepankan pejuang-pejuang Minahasa. Terimalah kami (Makmin, red) dengan segala kelebihan dan kekurangan kami,” tutupnya.