MAM matangkan pengukuhan Tonaas Wangko Umbanua kepada Olly Dondokambey

MANADO, beritanusantara.co.id – Tradisi warisan leluhur Minahasa yang selalu memberikan penghargaan adat kepada orang yang dianggap berjasa bagi daerah, memang patut untuk dicontohi dan diterapkan terus bagi semua generasi. Menteladani hal itu, saat ini Majelis Adat Minahasa (MAM) berniat dan tengah meracik hal serupa bagi figur yang dianggap layak untuk menerimanya, dan pilihan kali tertuju kepada Olly Dondokambey yang nantinya akan dikukuhkan sebagai Tonaas Wangko Umbanua.

Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Sekretaris MAM, Fanny Legoh. Menurutnya, prosesi pengukuhan adat tersebut sementara dirampungkan, setelah sebelumnya disepakati para pemangku adat dari sembilan entitas atau pakasa’an Minahasa, yakni Tombulu, Tontemboan, Tonsea, Tolour, Tonsawang, Ponosakan, Tounpakewa (Pasan Ratahan), Babontehu dan Bantik.

“Prosesi pengukuhan akan digelar dalam waktu dekat dan semoga bisa terlaksana di tahun 2018 ini,” ujar Fanny saat ditemui media ini, di ruang kerjanya di gedung DPRD Sulut, Senin (22/10/2018).

Lebih lanjut, Fanny yang juga berkapasitas sebagai Sekretaris komisi IV DPRD Sulut ini menjelaskan, rencana pengukuhan adat kepada Olly Dondokambey dilatar-belakangi kapasitasnya sebagai Gubernur Sulut, sekaligus pemimpin pemerintahan tertinggi yang melingkupi tanah leluhur Minahasa. Juga karena Olly Dondokambey dinilai telah berjasa bagi kemajuan Sulut yang didalamnya termasuk daerah Minahasa.

“Sesuai dengan tradisi di Minahasa, pimpinan pemerintahan tertinggi disebut Tonaas Wangko Umbanua, yang sekarang ini menjabat gubernur. Sedangkang walikota atau bupati adalah Tonaas Umbanua,” sebut politisi PDIP asal Kabupaten Minahasa ini.

Ikut pula diceritakan, sejak jaman dahulu, pengukuhan adat Tonaas Wangko Umbanua, sudah pernah diberikan kepada gubernur mayor jenderal H.V Worang sampai kepada gubernur Mantik. “Jadi ini sebenarnya tradisi atau warisan budaya yang harusnya tetap dipelihara dan dilakukan terus,” ungkapnya lagi.