Mengundurkan diri sejak Mei 2017, Legislator Sulut Pdt Denny Sumolang akhirnya di PAW dan digantikan H. Arifin Dunggio

MANADO, beritanusantara.co.id – Komposisi keanggotaan di lembaga DPRD Sulut periode 2014-2019 kembali berubah. Ini menyusul terlaksananya agenda Rapat Paripurna dalan rangka Pergantian Antar Waktu (PAW) dari anggota dewan Pdt Denny Harry Sumolang kepada H. Arifin Pusi Dunggio.

Proses PAW ini sendiri terpicu oleh keputusan dari politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari Dapil Minahasa Utara-Kota Bitung, yakni Denny H. Sumolang yang memilih mengundurkan diri sejak bulan Mei 2017 silam.

Proses PAW bagi Denny Sumolang mengacu pada Surat Mendagri No 161.1/43/2018, dan diabsahkan lewat rapat paripurna DPRD Sulut, dalam rangka pengambilan sumpah/janji jabatan PAW anggota DPRD Sulut, yang dipimpin ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, sebagaimana digelar di ruang paripurna DPRD Sulut,
Rabu (31/10/2018).

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutannya menyebutkan bahwa momentum PAW kali ini terasa fenomenal. “Ini PAW pluralisme, pak pendeta digantikan oleh pak haji. Inilah Sulut, daerah yang kita kenal toleransinya sangat tinggi, saya harap ini harus kita jaga di NKRI ,” tutur Olly.

ALASAN MUNDUR
Diketahui pada bulan Mei 2017 silam, Denny Sumolang menyatakan mengundurkan diri dan siap untuk di PAW tanpa paksaan dari siapapun. Itu dirangkumnya dalam tiga alasan, yaitu :

Pertama,
Sebagai bentuk dukungan moril dan doa kepada pak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai pejuang kebenaran yang harus dikalahkan dan dipenjarakan oleh penyamun-penyamun keserakahan yang haus darah kekuasaan,

Kedua,
Sebagai bentuk penghormatan atas mentor politik yang dikasihinya, yakni almarhum Hanny Sondakh, karena telah mengajak dan memberi kepercayaan untuk masuk PKPI sejak tahun 2007.

Ketiga,
Menyadari jika kursi DPRD yang ditempatinya, bukanlah milik pribadi. Sebab, kursi dan jabatan sebagai anggota DPRD Sulut bukan murni dari capaian elektabilitas hingga memenuhi kuota bilangan pembagi pemilih di dapil Sulut dua yakni Minut-Bitung. Karena itu, harus diberikan juga hak kepada teman-teman yang mendukung hingga PKPI punya capaian untuk memiliki kursi di DPRD Sulut.