Ojek Online Bebas Beroperasi di Desa Watutumou lll

Wenas : Tidak Ada Larangan, Ojol dan Opal Harus Saling Bergandeng Tangan

KALAWAT, beritanusantara.co.id — Pertemuan antara Ojek Online berbasis Aplikasi GoJek dan Grab dengan Ojek Pangkalan Suzuki dan difasilitasi Pemerintah Desa Watutumou lll, Jumat (30/08/2019) akhirnya membuahkan kesepakatan yang diakui oleh kedua belah pihak.

Pertemuan yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Watutumouw III tersebut, menindaklanjuti pertemuan pada 23 Agustus 2019 silam, terkait peristiwa penghadangan yang dilakukan Opal Suzuki terhadap driver Ojol.
Pertemuan yang bertujuan bermusyawarah mencari solusi ini dipimpin langsung Hukum Tua desa Watutumouw III Intan Rona Wenas, dan dihadiri Camat Kalawat Alexander Warbung, SIP didampingi Sekcam Iwan Senduk, perwakilan wadah Ojol, perwakilan penyedia Aplikasi Ojol, perwakilan anggota Polres Minut dan para pihak yang sempat bersih tegang, akhirnya sepakat dengan solusi yang baik yakni :

Pertama, Ojek pangkalan tidak boleh mengintimidasi dan menjegal Ojol mengantar atau menjemput penumpang.

Kedua, pemerintah desa harus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk lebih memprioritaskan Ojek pangkalan dari pada Ojek online dengan tidak melarang juga ojek online.

Ketiga, hukumtua desa Watutumou lll Intan Rona Wenas meminta ojek online membersihkan dan mengembalikan nama baik desa Watutumou lll karena telah beredar video Watutumou lll melarang transportasi online.

“Pemerintah Desa Watutumou lll tidak pernah melarang ojek online untuk mengantar atau menjemput penumpang di desa watutumou lll, setiap warga negara berhak mencari nafkah dimanapun, di Indonesia ini. Kita tidak bisa melarang, dan alangkah indahnya jika Ojol dan Opal ” ucap Wenas dihadapan BPD, masyarakat dan ratusan ojek online yang hadir.
Wenas meminta, adanya toleransi dan saling menghormati antara ojek pangkalan dan ojek online sehingga tercipta kedamaian dan keamanan di desa.
“Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi desa tetap kondusif dan jangan terpancing dengan hal-hal yang bisa memicu masalah,” pungkasnya.


Sementara, Cristian Yokung, SE ketua Wadah Asosiasi Online (WAO) mengatakan, bangga dengan desa Watutumou lll karena bebas transportasi online, yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selesai mengambil kesimpulan, para Opal dan Olan menandatangi surat kesepakatan bersama dengan mengetahui saksi-saksi kemudian saling berjabatan tangan dan membubarkan diri masing-masing. (mt)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================