Operasional Pasar Amurang Dibatasi, Ini Jadwalnya

AMURANG, beritanusantara.co.id – Bentuk rasa kepedulian pengunjung di Pasar 54 Amurang pencegahan Virus Covid 19, Perusahaan Daerah Cita Waya Esa melakukan pembatasan hari beroperasi pasar rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Dengan mengeluarkan Surat Edaran berlaku sejak 30 Maret 2020 sampai dengan ada pemberitahuan selanjutnya.

Ada pun jadwal beroperasi Pasar sebagai berikut :
Pasar Rakyat 54 Amurang beroperasi Hari Senin dan Jumat.
Pasar rakyat Berdikari Tumpaan beroperasi Hari Selasa dan Sabtu.
Pasar rakyat Pinasungkulan Modoinding beroperasi hari Jumat
Pasar Rakyat Tompaso Baru Beroperasi Hari Sabtu.
Pasar Rakyat Poopo beroperasi hari Rabu.
Pasar Rakyat Motoling beroperasi hari Kamis
Pasar Rakyat Tenga Beroperasi hari Rabu
Pasar Rakyat Poigar beroperasi hari Jumat
Pasar Rakyat Tareran beroperasi hari Rabu
Pasar Rakyat Raanan Baru beroperasi hari Sabtu.

Jecki wauran ST selaku Direktur Operasional Perusahan Cita Waya Esa mengatakan, kebijakan pembatasan opersional pasar adalah sebagai respon kepedulian Pemkab Minsel untuk menjaga mewabahnya virus covid 19. “Pasar 54 Amurang akan di buka satu minggu dua kali mulai dari hari senin dan jumat akan di pertimbangkan kembali. Managemen pasar juga akan menyediakan tong air bersih dan sabun cuci tangan agar warga bisa mencegah Covid-19,” ujarnya saat di konfirmasi beberapa wartawan di kediamannya.

Jackie Wauran juga mengatakan akan tetap mengantispiasi perkembangan kondisi pasar. Sebab, jika penerapannya tidak sesuai yang diharapkan, malah dapat membuat animo pengunjung makin besar dan membludak. “Dalam pengambilan keputusan lewat Surat Edaran, beberapa tidak bersifat permanen, tapi merupakan barometer untuk menjadi keprihatinan dari pemerintah karena potensi untuk penyebaran virus Covid-19 ini sangat besar karena terjadi pertemuan jarak dekat atau potensi kontak fisik antara pengunjung pasar,” terangnya.

Sehingga, lanjut dia, waktu lalu di putuskan dibatasi pengunjung untuk mengunjungi pasar maka operasi pasar diperkecil dengan mengurangi hari di dalam operasi pasar yang ada. “Khusus untuk pasar yang berlangsung tiap hari ada dampak yang signifikan sehingga tidak mungkin dianggap remeh dan dengan koordinasi dari pimpinan mengambil keputusan melakukan tinjauan sekaligus merubah jadwal yang ada dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan yaitu menghindari kerumunan banyak orang, menyediakan fasilitas tempat cuci tangan, sarung tangan, masker,” jelasnya.

“1-2 hari akan melakukan penyemprotan desinfektan untuk mencegah virus Covid-19. Dan kami akan menerima saran, kritik dan dari pedagang maupun pengunjung pasar. Konsep hari pembatasan pasar ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Pencegahan dan penangulangan virus Covid-19 Kabupaten Minsel,” tamahnya.

Dia menambahkan, intinya selaku pengelolah, mengatas-namakan Pak Dirut berharap selalu ada komunikasi yang baik, tidak perlu mencari kambing hitam. Melainkan dapat memberikan masuk-masukkan positif untuk pencegahan dan penanggulangan virus Covid-19 ini.

Untuk pencegahan penyebaran virus Corona Suwuh mengimbau kepada pedagang dan pembeli yang ada di pasar tradisional agar lebih waspada. “Kami ingatkan juga masyarakat tetap tenang dan jaga kesehatan,”Tutup Jecki wauran.(Koresy)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================