Perketat Pengawasan Pekerja Asing di Minut

Ir. Lucky B Kiolol Anggota DPRD Minut

Kiolol : Harus Ada Kesetaraan Penggunaan Tenaga Kerja Lokal dan Asing

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id – Indikasi Maraknya aktivitas pekerja asing yang bekerja berbagai bidang baik konstruksi maupun pabrik dan jasa di kabupaten Minahasa Utara, menurut ketua Fraksi PDIP DPRD Minahasa Utara (Minut) Ir Lucky B Kiolol, harus diawali dengan adanya ketegasan dari aparat terkait seperti Sat Pol PP serta instansi terkait lainnya, yang berkewenangan terhadap pengawasan orang asing, sehingga aturan mempekerjakan orang asing yang hanya 10 persen dari total pekerja itu dapat dilaksanakan.“Jika sudah berbanding terbaik yakni 90 persen tenaga kerja asing itu menyalahi aturan dan ini perlu ada ketegasan dari pemerintah kabupaten, untuk menindak lanjuti hal-hal tersebut sehingga tidak ada ketimpangan,” kata Kiolol baru-baru ini pada wartawan.

Selanjutnya menurut Putra Matungkas ini, harus ada kesetaraan penggunaan pekerja dalam daerah atau pekerja lokal yang memiliki sumber daya manusia  yang sama dan juga menguasai bidang pekerjaan yang ada, sehingga lapangan pekerjaan yang tercipta dengan munculnya investasi, dapat juga dinikmati oleh tenaga kerja lokal di Minut.

“Bahwa masyarakat Minut yang memiliki kemampuan dan keahlian yang sama, tetapi tidak diberikan kesempatan. Jadi bagaimana memberdayakan manusia di Minut ini berdasarkan kemampuan sesuai dengan standarisasi. Mengapa mereka tidak memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk bisa bersaing sehat. Bukan serta merta pekerja asing lebih murah, kemudian mereka yang dipakai,” ujar anggota dewan yang dikenal vokal ini.

Selanjutnya Kiolol menyorot soal standarisasi pengupahan maupun perizinan tinggal orang asing, yang sudah ditetapkan baik ditingkat pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan ditindak lanjuti oleh kabupaten/kota yang ada.

“Intinya jika perizinan tinggal sudah kadaluarsa serta perizinan tidak jelas misalnya, segera mungkin pemerintah untuk menindak lanjuti dengan tindakan tegas dengan mengeluarkan pekerja asing yang bermasalah ini yakni dideportasi, atau mungkin sampai pada penutupan parusahaan karena melanggar aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tegasnya.

Robby Parengkuan,SH. Kadisnaker Minut

Sementara itu Kadis Tenaga Kerja Pemkab Minut, Robby Parengkuan, SH ketika ditemui wartawan  Selasa (04/12/2018) mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemantauan dan pendataan pekerja asing di wilayah Minut. “Sudah ada tim yang ditugaskan melaksanakan pendataan dan pemantauan tenaga kerja asing dan jika sudah ada hasilnya akan disampaikan,” singkat Perengkuan.

William Luntungan, Aktivis Pemuda Minut

Luntungan : Kedapatan Naker Ilegal Dipulangkan !

Sementara itu Aktivis Pemuda Minut Wiliam Luntungan ketika dihubungi hari ini, mendesak instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dibantu kepolisian maupun Imigrasi untuk serius melaksanakan pengawasan terhadap pekerja asing dan jika di lapangan terdapat pekerja asing ilegal, aparat yang tergabung dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora), segera bertindak tegas, memulangkan para pekerja ilegal ini karena tidak mematuhi aturan. “Kami mendesak instansi tekait untuk menyeriusi jika terdapat temuan adanya pekerja asing yang ilegal artinya bermasalah dengan izin kerja dan izin tinggal untuk dipulangkan dan perusahan perekrut serta perusahaan yang mempekerjakan orang asing ilegal ini diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang ada. Sebab jika tidak kami akan melaksanakan langkah demostrasi menuntut penindakan tegas aparat terkait ini, ini tidak main-main dan kami sama sekali tidak menghambat investasi, tetapi pelaksanaannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara kita,” tegas Luntungan. (mt)