Pionir Menambang Emas dan Berdayakan Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

PT.MSM/TTN Tanggapi Antusias KEK Pariwisata di Likupang dengan CSR

LIKUPANG,beritanusantara.co.id – PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dua anak perusahaan PT Archi Indonesia yang memiliki 100 persen kepemilikan proyek tambang emas Toka Tindung di wilayah kecamatan Likupang Timur kabupaten Minahasa Utara, terus melakukan inovasi memaksimalkan capaian hasil tambang, namun juga dibarengi sejumlah terobosan pemberdayaan sosial kemasyarakatan, yang dikemas dalam program Corporate Social Responsbility (CSR), guna penguatan ekonomi kerakyatan masyarakat desa-desa di lingkar tambang.

PT. MSM/TTN Ketika Meraih Penghargaan Emas Pengelolaan Lingkungan dan Perak Pengelolaan Keselamatan Kerja

PT MSM dan PT TTN yang dipimpin President Director Terkelin Purba, ternyata punya kiat jitu dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan, dalam mempersiapkan perusahaan, karyawan bahkan masyarakat lingkar tambang, menghadapi semakin bersoleknya wilayah Likupang dengan penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Lokasi Pabrik MSM di Toka Tindung

Sarto Kepala Teknik Tambang ketika memberikan pemaparan gambaran umum pertambangan emas PT.MSM/TTN, Rabu (23/01/2019) di ruang pertemuan perusahan pembayar pajak terbesar dan tertaat wilayah Suluttenggo ini mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan kemampuan, yakni potensi modal atau aset, managerial dan etos kerja, untuk terus melakukan kegiatan usaha pertambangan, baik dengan mengeksplorasi sumber baru, maupun mengoptimalkan sumber yang ada. Kami juga melaksanakan operasional sesuai regulasi pertambangan dengan induk kementerian ESDM, serta memenuhi seluruh perangkat standar keselamatan, tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan seperti diisratkan dalam sertifikasi ISO 14000 versi terbaru 2015. Untuk itu kami berhasil dengan 25 juta jam kerja, yang tanpa terjadinya resiko kecelakaan dan membahayakan pekerja maupun masyarakat, dimana 90 persen karyawan MSM/TTN adalah pekerja lokal yang berasal dari masyarakat lingkar tambang.

“Dengan memberikan peluang kepada seluruh karyawan dalam peningkatan kualitas kerja, PT.MSM/TTN dapat mengoperasikan tambang emas dengan risiko yang minim sebab seluruh karyawan-karyawan sangat sadar akan tanggung jawab dalam bekerja, bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungan hidup, sekaligus juga mempersiapkan masyarakat di desa-desa lingkar tambang untuk peningkatan dan penguatan perekonomian menghadapi penetapan wilayah Likupang sebagai KEK Pariwisata,” papar Sarto.

Instalasi Air Bersih Sebagai Kemitraan dengan Program PAMSIMAS, CSR MSM/TTN membantu pekerjaan pipanisasi sebagai jalur distribusi

Dukungan PT.MSM/TTN terhadap pemberlakuan KEK Pariwisata di Likupang, menurut Yustinus Harry Setiawan selaku CSR Manager pihaknya tidak hanya melaksanakan program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur sendiri, tetapi selalu bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat sesuai dengan regulasi atau aturan yang ada. Sehingga apapun yang dilaksanakan untuk masyarakat, disesuaikan dengan rencana pembangunan pemerintah, sehingga tidak tumpang tindih ketika kita melaksanakan program penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelatihan tenaga kerja trampil.

“Desa di lingkar tambang kami bantu lewat program CSR dengan tidak mengabaikan Musrenbang pemerintah daerah. Kemudian kami bekerjasama dengan pemerintah desa sudah melaksanakan berbagai pekerjaan infrastruktur seperti pipanisasi jaringan air bersih yang bekerjasama dengan PANSIMAS, pembangunan sarana pemerintahan yakni Kantor Kepala Desa dan sarana kesehatan serta sarana pendidikan usia dini, pembuatan rabat beton, jalan paving, saluran air atau drainase dan pengembangan pantai Pulisan. Sedangkan program pemberdayaan, juga kami laksanakan pemberian Bea Siswa, pelaksanaan pelatihan ketrampilan. Agribisnis dengan intensifikasi hasil pertanian Jagung, kemitraan peternakan Ayam dan Babi, usaha pertukangan bengkel, usaha Mebelair, jasa jahit menjahit. Dan kami juga membantu hingga pemasaran hasil-hasil usaha tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan ini, secara tidak langsung mempersiapkan masyarakat ketika KEK pariwisata ini berjalan,” kata Yusak sapaan akrab Setiawan.

Usaha Pembuatan Baki Orbox (Kortra) oleh Masyarakat

Selain pengembangan usaha untuk dipasarkan secara eksternal, Yusak menyebutkan sebuah usaha produksi baki Aluminium Orbox (Kortra) sebagai alat bantu eksplorasi yang dibuat oleh Karmin dan masyarakat desa Maen kemudian dibeli oleh PT.MSM/TTN sendiri.

“Kami tidak hanya membuat suatu usaha, kemudian membiarkan begitu saja, tetapi menciptakan terobosan pasca produksi, sehingga beberapa produk hasil usaha masyarakat, justru kami beli guna membantu produksi perusahaan, seperti yang ada saat ini. Kemudian jika Kortra ini sudah tidak diproduksi lagi, itu sudah diantisipasi dengan memberikan pelatihan ketrampilan bagi pak karmin dan teman-teman untuk memproduksi barang lain, seperti Oven Aluminium yang modern, alat-alat masak, membuat mebel, serta ketrampilan lain,” katanya sambil memperlihatkan lokasi pembuatan baki Aluminium tempat sampel geologi saat pelaksaaan eksplorasi.

Usaha Pembuatan Baki Orbox (Kortra) oleh Masyarakat

Yusak yang adalah Mantan karyawan salah satu perusahaan rokok besar Indonesia ini, mengatakan usaha pertambangan emas milik MSM/TTN itu punya massa waktu dan suatu saat akan berakhir, sehingga sangatlah riskan jika setelah penghentian produksi MSM/TTN, kemudian masyarakat di wilayah lingkar tambang, justru mengalami kesulitan perekonomian.

“Perusahaan sangat peduli terhadap penguatan-penguatan ekonomi rakyat yang disesuaikan dengan regulasi yang ada serta tetap bekerjasama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga ketika perusahaan menghentikan aktivitas pertambangan, masyarakat dapat secara mandiri dalam ekonomi, setelah melaksanakan pengembangan usaha dari apa yang telah dirintis oleh MSM/TTN bersama pemerintah dan masyarakat itu sendiri, apalagi saat ini wilayah Likupang ditetapkan sebagai KEK Pariwisata. Kami sangat mendukung itu, kami ingin membuat masyarakat berubah bukan disaat jatuh, tetapi berubah disaat kuat, artinya disaat tambang itu tutup semuanya tidak berhenti, tetapi perekonomian masyarakat justru tetap baik dan berkembang. Maka kami PT.MSM/TTN itu mengarahkan dan mengajari bagaiaman berusaha dengan baik dengan dukungan managerial pengelolahan usaha yang baik,” kata Yusak.

Tumpukan Baki Orbox (Kortra) hasil produksi masyarakat siap dibeli PT MSM/TTN di tinjau SPR Esternal Relation Hery Inyo Rumondor

Dilain pihak menanggapi issue lingkungan hidup, tenaga kerja dan permasalahan tanah yang kerap diperhadapkan kepada PT.MSM/TTN, Superintendent Public Relation External Relation PT MSM/TTN, Hery Inyo Rumondor menjelaskan, Rajawali Corporation yang salah satu anak perusahaannya adalah PT Arci Indonesia dimana PT MSM/TTN bernaung atau bekerjasama, sangat memperhatikan persoalan lingkungan hidup. Sebagai contoh kata Inyo sapaan akrab salah satu punggawa olahraga Paragliding ini, lahan yang sudah dilaksanakan ekploitasi segera direklamasi dan penghijauan tanpa menunggu selesai operasional perusahaan, sehingga ekosistem dapat kembali tercipta.
Kemudian persoalan tenaga kerja, ada beberapa indikator yang harus diperhatikan seperti etos kerja serta standarisasi keahlian. Sehingga dari 1700-an karyawan, baik di dalam PT.MSM/TTN maupun yang bekerja kepada kontraktor yang ada, harus menjalankan SOP dengan baik.

Lokasi Pertambangan (PIT) Toka Tindung

“Memang kami menerapkan aturan yang ketat terhadap karyawan, seperti mengkonsumsi alkohol. Jika dalam operasional kerja kemudian dilakukan pengetesan kadar alcohol dan terbukti diatas ambang batas, maka sangksi yang diambil sangat fatal, bisa sampai PHK. Perusahaan sangat mengutamakan keselamatan kerja, baik manusia, peralatan dan lingkungan. Kemudian untuk rekrutmen karyawan di MSM/TTN selalu disesuaikan dengan kebutuhan serta efektifitas dan evisiensi sebagai kebijakan dari perusahaan,” jelas Inyo.

Persoalan tanah yang kerap dialami PT.MSM/TTN, menurut Inyo yang tercatat salah satu karyawan senior di perusahaan tambang emas ini, dalam melakukan pembebasan lahan MSM/TTN melaksanakan prosedur standar yang menjadi aturan negara atau berdasarkan regulasi yang ada. Ada beberapa klasifikasi lahan yang ada berdasarkan penilaian perusahaan untuk dibebaskan yakni sebagai kawasan pendirian infrastruktur, kawasan pengelolahan atau ekploitasi, kawasan penunjang yang dibebaskan sesuai kebutuhan.

Dan ada lahan yang masuk kawasan dalam wilayah tetapi tidak dapat dimanfaatkan, walaupu masuk dalam wilayah pertambangan dan permasalahan terjadi di wilayah tersebut dimana pemilik lahan terkesan memaksakan perusahaan melakukan pembabasan, padahal lahan tersebut sama sekali tidak akan dimanfaatkan.

“Memang pelaksanaan dilapangan pada masa lampau ada berbagai kendala, namun MSM/TTN sudah berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebagai contoh lahan yang hanya dibutuhkan untuk pembuatan akses jalan 8 meter, oleh pemilik mengharuskan perusahaan membebaskan keseluruhan lahan, dan dengan memperhatikan berbagai aspek, maka lahan tersebut dibebaskan, walaupun tidak seluruhnya dipergunakan,” jelasnya.

Masyarakat Berterimakasih

Estevanus Maramis ketua kelompok Lansia peternak ayam di desa Rinondoran

Estevanus Maramis ketua kelompok Lansia peternak ayam di desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur ketika diwawancarai mengaku sangat gembira dengan pendapatan dari hasil peternakan Ayam Cooper yang dibantu oleh pihak MSM/TTN, bahkan kekhawatiran dengan bau kotoran ayam dalam kandang ayam dapat diminimalisir dengan penerapan teknologi tepat guna yang juga diberikan oleh pihak perusahaan.

“Awalnya saya pesimis dengan usaha ini, namun setelah menikmati hasilnya, kami semakin bergairah, apalagi dengan bantuan PT.MSM/TTN mulai dari penyediaan bibit ayam, pembuatan kandang hingga pakan dan Bio disinfektan. Kami sudah memproduksi 1000 ekor ayam pada akhir tahun 2018 dan saat ini sudah dilakukan pembibitan untuk 2000 ekor, semoga tiga bulan kedepan dapat berhasil memasarkan ayam dengan kualitas unggul,” ujar Mantri Maramis dengan bangga.

Jeane Ratulangi Hukum Tua Desa Resetlemen yang adalah salah satu desa yang menikmati dana CSR PT.MSM/TTN menyatakan sangat berterima kasih dengan masuknya program yang sangat membantu pemerintah baik Infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.

Jeane Ratulangi Hukum Tua Desa Resetlemen

“Beberapa fasilitas seperti Kantor Hukum Tua, Drainase, Jalan bahkan penerangan jalan sangat disyukuri dengan program CSR PT.MSM/TTN. Bahkan dengan penguatan pertanian, khususnya penanaman Jagung kualitas unggul di desa, sangat dibanggakan masyarakat. Mewakili masyarakat kami berterima kasih atas kepedulian PT.MSM/TTN di desa kami,” kata Hukum Tua Wanita pertama desa Resetlemen sejak dimekarkan dari desa Rinondoran.

Dari 10 desa yang juga menikmati perhatian PT.MSM/TTN melalui program CSR, ada 5 desa yang berhasil dikunjungi rombongan wartawan biro Minut yakni desa Winuri, Resetlemen, Rinondoran, Kalinaun, Marinsow dan Maen, semuanya berada di wilayah kecamatan Likupang Timur Minut. (mt)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================