Polres Minahasa Ungkap 2Tersangka Pembunuhan Santo Warga Tataaran

“Gara-gara Mulut Badan Binasa ini pribahasa buat Santo warga Tataraan yang tewas di tangan ST dan AM 

MINAHASA, beritanusantara. Co. Id – Misteri Penemuan jasad Santo Sumampouw di Pantai Kombi Jumat (15/3) lalu terungkap. Santo ditikam 13 kali lalu dibuang di Pantai Kombi Tim Resmob Polres Minahasa membekuk dua tersangka. Setelah Tersangka AM ditangkap Rabu kemarin, giliran tersangka ST alias Septian ditangkap Kamis (21/3) di tempat persembunyian di dekat percetakan Limbers yang tidak lain rumah keluarganya..

Penangkapan tersangka ST alias Tian (18) di pimpin langsung  AKP  Muhamad Fadli  SIK  di dampingi Kanit  Jatanras Polres Minahasa Ipda Maikel Pesik,setelah pengembangan tertangkapnya tersangka AM alias  Ocol.

Kasus pembunuhan terhadap Korban SS Ternyata dilatar belakangi dendam tersangka ST alias Tian (18),sesama warga Kelurahan Tataaran II Kecamatan Tondano Selatan ,bersama  tersangka AM alias Ocol teman sekelas salah satu sekolah menegah di Tondano selatan, merencanakan pembunuhan  temannya sendiri, Santo Antonius Sumampouw (17), sehingga  Santo kemudian ditemukan membusuk Jumat pekan lalu, di Pantai Kora-kora Kecamatan Lembean timur..

Tekateki Kasus Tersebut menjadi viral di masyarakat  ,bahkan informasih sudah berkembang berapa versi sehingga Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK, kala Polres Minahasa menggelar konferensi pers, Jumat (22/03) siang,  di Mapolres Minahasa.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK, di dampingi Kasat  Reskrim  AKP Muhammad Fadli SIK menjelaskan Kronologis kejadian yang sebenarnya dimana tersangka atau pelaku ST mengaku tak terima dengan perlakuan korban yang sering melontarkan  kata-kata atau kalimat yang tak mengenakkan atau menyinggung perasaan pelaku.

Menurut Situmorang ,Korban SS adalah teman dekat  pelaku ST ,menurut Pelaku ST, korban sering menyebut pacarnya adalah perempuan nakal atau tak baik pergaulannya.sehingga pelaku tersinggung dan muncul niat dendam  terhadap  Korban SS  kemudian , tersangka Tian kemudian merencanakan membunuh korban,” terang Kapolres.

Rencana Pembunuhan tersangka ST terhadap Korban SS, kata Situmorang, awalnya pelaku mengajak korban SS alias Santo jalan-jalan  sekaligus santai bakar ikan di Pantai Kombi desa Makalisung, Rabu 13 Maret  pekan lalu, sekitar jam 1 siang hari . tersangka ST bersama salah satu tersangka AM alis Ocol  warga asal Ternate  sebelum menjemput korban SS dengan kendaraan sewaan mobil sempat membeli  pisau di salah satu Sueprmarket di wilayah tataaran .

“Tersangka ST alias Tian dan AM alias Ocol menjemput korban SS  untuk bersama menuju ke lokasi kejadian sebelumnya , ketiganya sempat singga atau mampir di warung di Kelurahan Kampung Jawa Tondano membeli obat Comix yang akan di capur dengan minuman ringan seperti fanta atau minuman alkohol yang akan di minum ketika di tiba di pantai yang akan di tuju korban dan tersangka ,” ujar  Situmorang.

“setelah tiba di Pantai  Makalisung Kombi ,Ketiganya mulai minum dengan campuran tadi. Di tempat ini, korban meminta pelaku Tian untuk memotretnya dengan kamera handphone. Usai itu, Tian lalu menyuruh korban dan pelaku AM alias Ocol  foto bersama. Saat posisi Aldri di belakang korban, Aldri kemudian menggandeng dan menahan korban yang pada saat bersamaan pelaku Tian mengambil pisau yang dibawahnya dan ditusukkan ke korban pertama kali di bagian dada kiri setelah itu diteruskan beberapa kali tikaman di dada dan perut korban sehingga Korba SS rubuh ke tanah ,” terang Situmorang .

Melihat korban SS rubuh ke tanah AM alias Ocol sempat lari kaget melihat tersangka ST menhujamkan pisau beberapa kali di badan Korban SS  , kata Kapolres, karna rasa takut kedua pelaku ini kemudian menyeret korban ke bibir pantai. Selanjutnya, keduanya pun langsung meninggalkan tempat kejadian perkara dan menuju ke Desa Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara, ke rumah teman mereka lelaki Luis Tumengkol.

“kedua tersangka mengajak Luis menyetir mobil bersama mereka menuji ke kawasan Pasar 45 Kota Manado untuk menjual handphone milik korban SS dengan harga 1.8 juta  rupiah . selesai menjual HP yang bermerek Samsung A7  milik korban ini, ketiganya langsung kembali ke Tondano,melalui jalur Tinoor di lokasi tersebut Tersangka ST menyuruh tersangka AM alis Ocol untuk membuang barang bukti pisau yang di gunakan menghabisi korban SS .”ungkap Kapolres.

Kapolres Situmorang menegaskan ,para pelaku atau tersangka keduanya tidak dilakukan penembakan seperti pemberitaan salah satu media ,itu tidak benar  “tegasnya

Polisi Polres Minahasa sudah semakin profesional sehingga dalam melaksanakan penindakan penangkapan di lokasi ,dilihat dari situasi kondisi di lapangan ,”ya kalau tak perlu tembak tembak kalau tersangka atau pelaku tidak melakukan perlawanan terhadap petugas ,Buser dan Tim Resmob Polres  sudah Baik dan Profesional dalam mengambil tindakan.”tegas Situmorang.

Hal ini di tambahkan Kasat Reskrim AKP Muhamad Fadli ,Korban SS alias Santo  di habisi di daerah pantai Makalisung Kombi dan terseret obak atau arus sekitar 26 km dan terdampar di pantai Kora-kora lembean Timur ,sehingga  ditemukan warga kora – kora   dua hari setelah kejadian, yakni pada Jumat 15 Maret 2019.” kata Fadli

lanjut Fadli , setelah ditemukan, korban SS di bawa ke RS Sam Ratulangi Tondano dan langsung di bawa ke RS Kandouw malalayang untuk diotopsi dan didapati ada 13 lubang  tikaman benda tajam di tubuh korban.

“Polisi langsung bergerak cepat melakukan penulusuran atas peristiwa tersebut. Dari hasil investigasi, Polisi kemudian mengantongi identitas para pelaku dan langsung melakukan pengejaran. Pada Rabu (20/03) pagi sekitar pukul 10.00 WITA, pelaku Aldri berhasil diamankan Polisi. Selanjutnya pelaku Tian diamankan di Kota Tomohon. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Minahasa untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka,” kata Fadli.

Sementara, kedua pelaku ini diancam dengan Pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan terencana dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Selain itu, para pelaku juga terancam dengan Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 55 tentang turut serta melakukan perbuatan serta pasal 56.

Kedua tersangka akan menjalani pemeriksaan berikut ,jika ada pengembangan kasus dan ada unsur lain-lainnya akan di dalami ,seperti tersangka ST alias Tian punya catatan kriminal sebelumnya ,”kami akan selalu menginformasikan ke media jika ada perkembangan lain ,soal barang bukti pisau yang di buang para pelaku kami akan berusaha akan mencari menyisir lokasi dimana barang bukti pisau itu berada .”Pungkas Fadli .

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================