Prof Ijong : Politeknik Tahuna Punya Tanggung Jawab Wujudkan SDM ‘Berkualitas’ Di Sangihe.

SANGIHE, beritanusantara.co.id – Politeknik Negeri Nusa Utara Tahuna Kembali membuka penerimaan bagi calon mahasiswa baru di Tahun 2019. Waktu pendaftaran gelombang pertama sudah dibuka sampai 30 juni, dan untuk gelombang kedua pada tanggal 1 sampai 2 juli setelah pendaftaran gelombang pertama.

Selain itu, Politeknik Tahuna juga mendapat jatah sebanyak 190 untuk mahasiswa yang menerima beasiswa bidik misi. Hal ini dikemukakan Direktur Politeknik Tahuna, Frans Gruber Ijong saat ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu (26/6).

“Memang sampai hari ini mahasiswa yang diterima untuk beasiswa bidik misi belum memenuhi jumlah jatah yang ada, sehingga kami terus berupaya melakukan sosialisasi di lapangan dan juga melalui RRI Tahuna sehubungan dengan penerimaan mahasiswa baru,” Ujar Ijong.

Dia menuturkan, khusus tahun 2019 animo masyarakat yang masuk ke perguruan tinggi sangat menurun meskipun ada stimulan untuk mendapatkan beasiswa bidik misi.

“Kami punya analisa serta prediksi bahwa ini berhubangan dengan faktor ekonomi masyarakat khususnya di wilayah kabupaten sangihe, dimana terpuruknya harga kopra, harga ikan cukup murah di pasar, sehingga ada orang tua yang tidak berani ambil resiko untuk membiayai pendidikan anak, karena pendapatan saat ini sangat terbatas,” tuturnya

Ijong menyatakan, hal ini punya kolerasi dengan jumlah calon mahasiswa baru yang terdaftar sampai saat ini baru 145 dari yang ditargetkan 250 mahasiswa baru untuk tiga jurusan. Sampai dengan hari ini jurusan sistem informasi dengan peminat terbanyak pertama yang mendaftar kurang lebih 50 calon mahasiswa, kedua jurusan keperawatan, dan sisanya jurusan perikanan.

“Walaupun demikian, kami punya tanggung jawab mengajak anak-anak khususnya warga sangihe untuk masuk ke dunia pendidikan tinggi, agar bisa mempertahankan status kita dalam satu sisi disebut angka partisipasi kasar (APK), yang merupakan salah satu barometer indeks Uman Development,” ungkapnya.

Lanjut Ijong, Uman Development di sangihe kalau jumlah mahasiswa yang masuk di perguruan tinggi menurun, maka nilai indeks ini juga akan turun, sehingga mempengaruhi bajeting yang menjadi ukuran pemerintah pusat untuk membiayai daerah sangihe dalam dunia pendidikan.

“Logikanya semakin banyak jumlah orang yang masuk ke perguruan tinggi di sangihe dan menghasilkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, maka dana yang akan diterima daerah juga dapat dipastikan cukup tinggi, sehingga kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menambah jumlah beasiswa serta membangun fasilitas sangat diperhitungkan,” Tutup Ijong. (allen)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================