Seru ‘duel ‘ PKPI dan Hanura vs Nasdem, kemesraan F-RNK di DPRD Sulut akhirnya tergerus

MANADO, beritanusantara.co.id  – Kemesraan Fraksi Restorasi Nurani untuk Keadilan (F-RNK) di DPRD Sulut yang terbangun selama empat tahun lebih akhirnya tergerus juga. Muara akan bubarnya Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ini sepertinya sulit terelakkan lagi. Ini jelas tersirat lewat duel argumen yang berlangsung seru antara penguni fraksi ini yakni legislator PKPI dan Hanura melawan Hanura, sebagaimana menghiasi Rapat Paripurna DPRD Sulut, Rabu (14/11/2018).

Rapat Paripurna DPRD yang sebenarnya digelar dalam rangka penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019, menjadi puncak konflik atau perseteruan antara penghuni F-RNK. Imbasnya, agenda resmi yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw bersama tiga wakil ketua dewan dan dihadiri Wakil Gubernur Steven kandouw tersebut, berlangsung alot dan dihiasi beragam interupsi.

‘Hujan’ interupsi terjadi saat penentuan juru bicara F-RNK untuk membacakan pemandangan umum dalam paripurna, yang disertai pembacaaan surat masuk dengan substansi pergantian anggota Badan Anggaran (Banggar) utusan F-RNK, yakni dari Felly Runtuwene kepada Noldy Lamalo. Kebijakan itu sendiri merupakan lanjutan dari sikap F-RNK, setelah dalam rapat paripurna (12/11/2018) silam telah dibacakannya  surat masuk pergantian ketua F-RNK dari Felly E Runtuwene ke Bart J Senduk.

Menyikapi fenomena yang terjadi, legislator Partai Nasdem Felly Runtuwene langsung mempertanyakan keabsahan dari pimpinan F-RNK, dan mempertegas agar pimpinan rapat membacakan kembali surat dari F-RNK yang dibacakan pada paripurna sebelumnya, serta menuntut penjelasan tentang PP 12 tahun 2018. “Dua hari belakangan ini, tidak ada penjelasan apa-apa,” tegas Felly yang mengklaim tetap sebagai ketua F-RNK yang sah.

Adu argumen yang awalnya terjadi antara Felly dengan ketua DPRD Sulut Andrei Angouw makin memanas ketika sekretaris F-RNK Noldy Lamalo ikut angkat suara dan mempertegas bahwa pemilihan ketua fraksi itu sah yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa foto dan notulen rapat. “Pergantian ketua fraksi ini kesepakatan,” ujar Noldy seraya menyerukan agar situasi saat ini jangan dicemari kepentingan pribadi untuk menguasai fraksi RNK.

Konflik dan adu argumen yang berlangsung panjang dan silih berganti itupun akhirnya berakhir setelah ketua DPRD Sulut dengan sigap, langsung menutup agenda rapat paripurna, setelah sebelumnya semua fraksi menyampaikan pemandangan umum dan langsung dijawab oleh wakiul gubernur. Sementara itu, pemandangan umum dari F-RNK saat paripurna dibacakan langsung oleh Bart Senduk.

Diketahui, Komposisi Fraksi Restorasi Nurani untuk Keadilan (F-RNK) merupakan fraksi gabungan dari Partai Nasdem, PKPI dan Hanura dengan komposisi lima kursi anggota DPRD Sulut. Yaitu, Felly Runtuwene dan Nori Supit dari Partrai Nasdem, bart Senduk dan Arifin Dunggio dari PKPI serta Noldy Lamalo dari Partai Hanura.