Skema Kepemanduan Wisata Selam Diakui BNSP

MANADO, Beritanusantara.co.id – Ekowisata Bawah Laut (EBL) adalah Program Studi (Prodi) di Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang mengedepankan keahlian di bidang diving (selam) dan konservasi dalam dunia pariwisata. Potensi itupun kini dilirik Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang kemudian menyematkan dan menetapkan skema pemandu wisata selam sebagai salah satu unggulan di 15 skema sertifikasi bidang Hospitality.

 

Penetapan itu didasari oleh pemeriksaan materi uji kompetensi (MUK) oleh pihak BNSP dan sudah menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi. Dan dibuktikan dengan telah beberapa kalinya Prodi EBL melalui laboratorium diving menggelar pelatihan penyelaman, dengan mengorbitkan para divers (penyelam) profesional berlisensi dari organisasi selam dunia yaitu, dari Professional Association of Diving Instructors (PADI), dengan empat tingkatan, mulai dari open water divers, advance divers, rescue divers hingga dive master. Penerapan skema itupun diperkuat  oleh dua orang instruktur dari internal EBL Polimdo, yakni Frans V. Ratu, SE, MM ( PADI Course Director) dan Alma K. Pongtuluran, SE, M.Pd ( PADI MSDT)

Penerapan skema kepemanduan wisata selam sebagai salah satu unggulan dari skema sertifikasi bidang Hospitality itu menurut Ketua LSP Polimdo, Susi Marentek, SE, M.SA dilakukan secara bertahap dan berkolaborasi dengan industri mitra strategis Pendidkan Tinggi Vokasi dalam bentuk penyusunan 15 (lima belas) Skema Sertifikasi Nasional berdasarkan Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional (KKNI) level 5 dan 6 (untuk program pendidikan Diploma Tiga dan Diploma IV/Sarjana Sains Terapan).

“Bentuk pengembangan Skema Sertifikasi merupakan tanggung-jawab setiap Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan salah satunya adalah LSP-P1 disetiap perguruan tinggi Vokasi Politeknik Negeri yang ada di lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar  Susi yang juga merupakan mantan ketua jurusan Akutansi, Sambil menambahkan bahwa uji kompetensi kepemandu wisata selam ini berkolaborasi dengan Perkumpulan Pekerja Wisata Selam Sulawesi Utara (PPWS).

Terkait hal itu, Ketua laboratorium diving Prodi EBL Polimdo, Frans F. Ratu, SE.MM menjelaskan bahwa, lewat skema kepemanduan wisata selam, mahasiswa lulusan Prodi EBL dapat dengan mudah beradaptasi saat menghadapi dunia industri vokasi. “Dewasa ini banyak bentuk usaha yang membutuhkan keahlian penyelaman, dan para lulusan dari Prodi EBL lewat keahlian vokasi yang dimiliki terbukti mampu untuk menjawab dan memenuhi tuntutan tersebut. Untuk itu, kedepannya Prodi EBL Polimdo akan terus meningkatkan dan memaksimalkan terus skema ini guna menghasilkan para penyelam yang profesional dengan basic kelimuan vokasi,” ujar Frans. (Jeffrie RM)