SSK RACH Launching 5 Produk Kecantikan

Sonya Kembuan : Sertifikat BPOM Dimiliki, Kosmetik RACH Launching Awal Juni


MANADO, beritanusantara.co.id – Komitmen menggairahkan pertanian dengan pengolahan produksi lokal, oleh Sonya Selviana Kembuan (SSK) ternyata bukan isapan jempol belaka.
Hal ini dibuktikan dengan dibagunnya pabrikan kosmetika berbahan dasar Citronela atau akrab dengan sebutan Bramakusu (Sarimbata), tanaman aromatik yang kerap hanya dijadikan bumbu masak.

Ada lima produk unggulan berbahan dasar essencial oil atau Aromaterapi, yang bakal di Launching SSK RACH sebagai merek dagang kosmetik yang 100 persen mempekerjakan tenaga kerja lokal, pada awal Juni 2019 mendatang.

Owners SSK RACH Sonya Selviana Kembuan

“Kami setelah mendapat pengesahan produk dengan sertifikasi BPOM untuk Body Lotion, Body Wash, Facial Wash, Face Scrub dan Body Scrub, termasuk model kemasan SSK RACH ini, dan awal Juni sudah launching,” kata Sonya Kembuan, owners SSK RACH yang juga sedang mengembangkan produk Aromaterapi dengan bahan dasar produk pertanian yang tersedia di daerah ini.
Selanjutnya SSK mengatakan, produk kecantikan ini dibuat dari minyak essensial oil atau Aromatherapy di Sonder Minahasa, dan diharapkan menjadi produk andalan Sulawesi Utara terutama merebut pasar kosmetik dalam dan luar negeri, dimana kota Manado sebagai sentra penjualan dan Branding Kosmetik milik SSK RACH.
“SSK RACH adalah akronim dari RICH AGRO CHARM HERITAGE, sebuah Product of North Sulawesi, sebagai salah ini salah satu kontribusi saya untuk masyarakat Sulut ketika pasca panen pertanian, dan produk kecantikan ini akan di launching pada awal Juni 2019, dengan varian, berupa Hand Body, Facial Scrub, Body Scrub, Facial Wash, Body Wash, mendapatkan izin BPOM sangat sulit harus melampaui beberapa tes yang sangat ketat,” kata SSK.
Langkah berani perempuan Minahasa yang sedang menatap suksesi Walikota Manado oleh beberapa kalangan, dinilai sangat berani dalam mewujudkan komitmennya.
“Jika yang lain belum berbuat untuk kemajuan, SSK sudah merintis dengan membangun pabrik alat kecantikan yang berbahan baku hasil pertanian lokal bahkan, bahkan terinformasi seluruh pekerja adalah warga lokal. Ini luar biasa dan perlu mendapat perhatian khusus masyarakat dan pemerintah,” kata Marten Rotinsulu, SH Bendahara Umum LSM Maesa’an Tou Malesung (MTM). (mt)