Target Raih Swasti Saba Wistara II, Tomohon Gelar Rapat Persiapan Verifikasi Kota Sehat

TOMOHON, beritanusantara.co.id – Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Kesehatan Daerah, melaksankan Rapat Persiapan Verifikasi Kota Sehat Menuju Wistara II Kota Tomohon tahun 2019. Bertempat di Ruang Rapat Lt. 2 Sekretariat Daerah Kota Tomohon, Rabu (4/9/2019).

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA melalui Sekretaris Daerah Ir H V Lolowang Msc menegaskan bahwa untuk meraihnya dibutuhkan kerjasama semua pihak terkait.

“Untuk mensukseskan pelaksanaan penilaian/verifikasi kota sehat nasional, maka diperlukan kerjasama yang baik antara stakeholders, masyarakat dan pemerintah yang nantinya akan difasilitasi oleh Forum Kota Sehat Kota Tomohon.” Katanya.

Pada tahun 2013 Kota Tomohon mendapatkan penghargaan “Swasti Saba Padapa” tahun 2015 penghargaan “Swasti Saba Wiwerda” dan tahun 2017 “Swasti Saba Wistara”.

Pada tahun 2019 kembali Kota Tomohon mengikuti penilaian verifikasi kota sehat tingkat nasional untuk mempertahankan penghargaan “Swasti Saba Wistara” dengan memilih 7 (tujuh) sasaran/tatanan yaitu:

  1. Permukiman, sarana dan prasaran umum baik,
  2. Sarana tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi baik
  3. Industri dan perkantoran sehat
  4. Pariwisata sehat
  5. Ketahanan pangan dan gizi
  6. Kehidupan masyarakat sehat yang mandiri
  7. Kehidupan sosial yang sehat

Konsep kota sehat ini tidak hanya memfokuskan pada peranan kesehatan, tetapi merupakan gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat (capacity building) menuju hidup sehat.

Terdapat 9 sasaran/tatanan untuk mengetahui suatu kota dinyatakan sehat. Karena itu, partisipasi pemerintah swasta dan masyarakat sangat penting. Partisipasi tersebut dalam tahap awal dapat berupa upaya untuk mempromosikan atau menginformasikan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan, yang dapat menunjang gerakan kota sehat, serta menselaraskan kegiatan dengan sektor lain yang secara bersama-sama dapat mewujudkan kota sehat.

Untuk mengukur kemajuan kegiatan kota sehat, dibutuhkan indikator yang jelas sehingga semua pihak yang ikut terlibat dapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan, dan menjadi tolak ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya.

Penyampaian materi oleh Kaban Bapelitbangda juga Kadis Kesehatan. Serta dari Ketua forum Kota Sehat Johan Sambuaga.

Hadir pula Kadis Kesehatan Daerah Kota Tomohon Dr Deesje Liuw, M Biomed, Kaban Bapelitbangda Kota Tomohon Royke Roeroe SP MAP Stakeholder terkait, dan Jajaran Pemerintah Kota Tomohon lainnya. (SLY)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================