Terungkap Dalam Hearing, Operasional Indomaret Minut Tanpa CSR

AIRMADIDI, beritanusantara.co.id Operasional Indomaret selama empat tahun di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), ternyata tidak pernah menyalurkan dana Coorporate Sosial Responsibility (CSR), informasi ini

terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) lintas komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut, Rabu (04/09/2019) di ruang rapat Ketua Dewan Minut Berty Kapojos, S.Sos.
RDP Ini dihadiri personil Komisi I, II dan III dan Pihak HRD Indomart yang diwakili HR Manager Pandu G, License Manager Aloysius S, Area Manager Aris Wibowo dan Manager Operasional Herry F, perwakilan Pemkab Minut.
Hearing ini dilaksanakan adalah tindaklanjut laporan warga Desa Watutumou Kecamatan Kalawat yang diduga mengalami keracunan, akibat mengkonsumsi produk yang telah kadaluarsa dari gudang pemusnahan Indomart.
RDP ini dipimpin Ketua Komisi I Stendy Rondonuwu dan dihadiri anggota Komisi I Lucky Kiolol, anggota Komisi II Jemmy Mekel dan Komisi III Abraham Eha.
“Kami menerima laporan dari warga yang saat itu mulai mengarah ke tindakan anarkis, tapi kami berusaha membawa persoalan ini dengan mengundang toko-toko retail Indomart, Alfamart dan Alfa Midi untuk diadakan RDP. Sebenarnya kami mengundang juga Alfamart dan Alfa Midi tapi tidak hadir,” ujar kata Rondonuwu.
Lanjut dikatakan Rondonuwu, digelarnya RDP ini untuk mengetahui penjelasan dari pihak Indomart terkait mekanisme pemusnahan barang yang sudah kadaluarsa.
Oleh pihak Indomart yang hadir  mengatakan ada batas waktu barang yang dinyatakan kadaluarsa, proses pemusnahan barang kadaluarsa yang ada di Indomart diawasi oleh bagian IC yang bertugas mengawasi masa kadaluarsa, pemusnahan dan kehilangan barang.
Barang yang diterima di toko diseleksi ada yang dimusnahkan dan ada yang kembalikan (reture).
“Tidak ada barang Indomart yang dijual di luar, kalaupun ada itu sudah diluar pengawasan pihaknya,”tutur HR Manager Pandu S.
Anggota Komisi III Abraham Eha kemudian menanggapi penjelasan Indomaret. “Kalaupun ada bukti terkait kelalaian dari pihak Indomart langsung saja dibawa ke pihak Kepolisian. Kami tinggal merekomendasikan laporan ini,” tukas Eha.
Sementara itu Jemmy Mekel mengatakan persoalan ini harus diselesaikan sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan.
“Pihak Indomart seharusnya saat pelaksanaan pemusnahan barang kadaluarsa mengundang pihak-pihak terkait sebagai saksi,” tukas Mekel.
Saat ditanya terkait pemberian CSR pihak Indomart tidak bisa memberikan data dengan alasan mereka belum siap karena bagian CSR Community Development tidak bersama  mereka.
Hal ini disayangkan oleh anggota dewan yang hadir. Dalam RDP ini terungkap bahwa pihak Indomart, baik di gudang maupun di setiap toko yang berdiri tidak memiliki pengolahan limbah dengan alasan barang-barang yang dimusnahkan hanya sedikit sehingga tidak perlu diadakan pengolahan limbah.
Diakhir RDP ini Stendy Rondonuwu  dan anggota komisi lainnya merekomendasikan kepada pihak Indomart untuk diadakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indomart dan Pemkab Minut terkait pemberian CSR, dari perusahan dengan memuat hal-hal apa yang akan diberikan dan berapa jumlah anggarannya.
“CSR harus diberikan pihak perusahan karena hal tersebut diatur dalam undang-undang,” tegas Rondonuwu.(mt)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================