Tingkat Kepercayaan Warga Sangat Tinggi, Reses Wenny Lumentut Dihadiri Ribuan Orang

TOMOHON, beritanusantara.co.id Patut diapresiasi tingkat kepercayaan rakyat kepada wakil ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut. Satu diantara banyak indikatornya yakni tercermin dari antusiasme warga untuk nengikuti agenda reses yang digelar politisi Partai Gerindra tersebut di kelurahan Kolongan Kota Tomohon, Sabtu (1/12/2018), yang secara mengejutkan dihadiri oleh 1.084 warga.

Kehadiran ribuan orang dalam momentum itu, terpantik dengan sendirinya saat warga mengetahui legislator Sulut yang akan turun reses adalah Wenny Lumentut. Alasannya sederhara, karena warga memiliki keyakinan apa yang akan diaspirasikan akan nampu diperjuangkan oleh Wenny Lumentut. Itu dilihat dari sepak-terjangnya yang terkenal selalu memperjuangkan kepentingan rakyat.
Realitanya, warga langsung berlomba-lomba mengajukan diri agar bisa terpilih guna menyampaikan beragam aspirasi. Diantaranya, menyangkut ketersediaa pupuk bagi petani, pelebaran Jalan Tomohon-Manado dan Tomohon-Tanawangko, penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP), juga tentang harga kopra, kehadiran supermarket serta pemanfaatan panas dan gas bumi yang ada di Kota Tomohon.

Atas semua aspirasi yang bersifat pertantaan dan usulan tersebut, semuanya ditanggapi Wenny Lumentut secara normatif dan akan tindak-lanjuti serta diperjuangkanya lewat dua aspek yakni secara kelembagaan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Sulut, maupun secara pribadi dengan beragam status yang melekat kepada dirinya.

“Semua aspirasi akan disampaikan kepada pimpinan DPRD dan gubernur. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan bupati Minahasa dan Walikota Tomohon, sekaligus merekomendasikan hal-hal yang terkait dengan aspirasi yang terangkat dalan reses,” sebut Wenny.

Dijelaskannya, untuk pelebaran jalan Tomohon-Manado, realisanya ikut bergantung juga pada kebijakan dan kesiapan pemerintah Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, untuk kepentingan pembebasan lahan. Sedangkan ruas jalan Tomohon-Tanawangko akan segera dikoordinasikan dengan bupati Minahasa dan walikota Tomohon.

Untuk masalah lain seperti mahalnya harga pupuk dan pengelolaan pemanfaatan energi panas dan gas bumi serta penerapan UMP, Wenny menjanjikan akan membentuk panitia khusus untuk turun langsung kelapangan sekaligus menggelar hearing dengan semua pihak yang terkait.

Sementara itu, tentang kehadiran supermarket, Wenny mengatakan bahwa itu adalah kewenangan pemerintah Kota. Akan tetapi, dia juga menyebut bahwa agar tidak merugikan pelaku warung kecil milik warga, dirinya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mempertimbangkan pembatasan kehadiranya, yakni maksimal satu supermarket (alfamart dan sejenisnya) di setiap kelurahan.

Disisi lain, ketika diwawancarai tentang hadirnya ribun warga dalam reses, Wenny mengaku ikut terkejut dengan antusias warga tersebut. “Inikan reses untuk serap aspirasi, jadi siapapun bisa datang untuk sampaikan aspirasi,” ujar Wenny saat ditemui seusai reses.(JRM)