TNI AD Bongkar Jaringan Transaksi Ilegal BBM Bersubsidi di Bitung

Kolaborasi Intel Kodim/1310 Bitung dan Intel Kodam XIII Merdeka

BITUNG, beritanusantara.co.id – Aksi penjualan ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium dari mobil tangki kepada oknum penadah, Jumat (08/02/2019) sekira pukul 06.35 WITA, di sebuah lahan kosong Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari Kota Bitung,  berhasil digagalkan anggota Intel Kodim/1310 Bitung. Penggagalan transaksi ilegal BBM bersubsidi ini, setelah dilakukan pengintaian dan penangkapan terhadap pelaku bernama SM alias Mur (32) warga Kelurahan Winenet 2 Kecamatan Aertembaga Bitung dan Hamzah (38) warga Lingkungan V Kelurahan Manembo-nembo Bitung.

Dengan barang bukti satu unit mobil tangki type Jumbo Ranger E -2 No. Lambung 43 Nopol DB 8146 AK,  Uang transaksi sebesar Rp 910.000, 250 liter Bensin pada 10 buah jerigen, 11 buah jerigen kosong, tiga buah tangki modifikasi kosong, 13 buah segel tangki dan 2 lembar LO dari Depot Pertamina serta 3 buah handphone.
Berdasarkan penuturan Komandan Kodim/1310 Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat S.Sos pada wartawan, dirinya melakukan perintah pelaksanaan kegiatan pada Personel Unit Inteldim untuk melakukan penangkapan terhadap mobil tangkil  minyak yang keluar dari Depot Pertamina dan teridentifikasi melakukan penjualan secara illegal dengan cara singgah ke pangkalan-pangkalan minyak di Bitung sebelum menuju ke SPBU tujuan.


Berdasarkan perintah tersebut, personil intel melaksanakan pengintaian di dua sasaran termasuk di sebuah lahan kosong  Kelurahan Manembo – nembo Kota Bitung. Sekira Pukul 06.35 Wita, terlihat 1 unit mobil tangki yang sedang melaksanakan pembongkaran ilegal muatan BBM berjenis premium bersubsidi, dilokasi lahan kosong Kelurahan Manembo-nembo Kota Bitung. Kemudian langsung dilakukan tindak penahanan mobil tangki beserta sopir dan pembeli, berikut barang bukti ke Makodim 1310/Bitung.


Berdasarkan pengakuan sopir tangki, dirinya sudah sekira 1 tahun bekerja sebagai sopir dengan gaji Rp 3.800.000 per bulan dan berdasarkan jadwal dirinya melakukan pengangkutan BBM jenis Premium sebanyak dua kali seminggu , dari Depot Pertamina Bitung ke SPBU di wilayah Sulawesi Utara.
“Saat dilakukan penahanan, sopir ini sedang mengangkut jatah BBM Bersubsidi jenis Premium untuk SPBU 7495606 Jalan Raya Tondano Kelurahan Wengkol Kabupaten Minahasa,” kata Dandim.
Mirisnya lagi, berdasarkan pengakuan pelaku, sesuai LO yg dikeluarkan Depot Pertamina Bitung sebanyak 16 KL (ukuran tangki), namun dengan memberikqn fee sebesar 100 ribu rupiah dari sopir, petugas pengisian di Depot mengisi BBM ke tangki, melebihi kapasitas tangki, kelebihan tersebut kemudian di jual sang supir ke pembeli untuk mendapatkan keuntungan sendiri, dan kejadian ini sudah berlangsung lama dan melibatkan beberapa oknum di Depot Pertamina.
Para pelaku yakni supir mobil tangki dan membeli berikut barang bukti, sudah diserahkan Dandim 1310/Bitung, kepada Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Edy Kuswadi guna penyelidikan lebih lanjut. (mt/*)