Banjir Bandang dan Longsor Terjang Kampung Lebo, Dua Meninggal, Satu Hilang

SANGIHE, beritanusantara.co.id – Hujan deras mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak kamis (2/1) malam, mengakibatkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah. Yang paling parah di Kampung Lebo Kecamatan Manganitu banjir bandang dan tanah longsor menerjang sekitar pukul 05.00 Jumat (3/1) kemarin dan memakan dua korban jiwa serta satu masih hilang akibat tertimbun tanah longsor.

Informasi yang berhasil dirangkum media ini, Korban meninggal akibat banjir bandang di Lindongan II Kampung Lebo yakni Bartolomeus Mangape (83). Sementara korban tanah longsor di lindongan III Kampung Lebo sudah ditemukan Armando Makanangeng (18) dan satu korban yang masih hilang tertimbun longsor Siren Ontak (44).

Evakuasi korban yang tertimbun tanah longsor berlangsung dramatis. Pantauan harian ini, pencarian dimulai pukul 02.00 menggunakan alat berat dan setelah empat jam lebih, korban Armando Makanangeng (18) berhasil ditemukan yakni pada pukul 17.30 dan langsung dibawa ke RS.

“Mayat Armando ditemukan dengan posisi terlentang di lokasi rumahnya yang sudah tertimbun dengan tanah. Sebelum kejadian dia sudah dipanggil untuk keluar rumah, namun dia kembali tidur karena mengaku kedinginan,” ungkap kerabat dekat korban yang ditemui saat berada di lokasi tanah longsor.

Sementara untuk pencarian satu korban hilang tertimbun tanah longsor Siren Ontak (44) dihentikan. Mengingat posisi korban belum diketahui dengan jelas dan tidak adanya penerangan dikarenakan putusnya jaringan listrik akibat banjir dan tanah longsor.

”Pencarian nanti dilanjutkan besok (hari ini,red) mengingat hari sudah gelap dan belum adanya penerangan listrik di lokasi bencana longsor,” ungkap Dantim Sar Jainal Hidayat.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Revolius Pudihang menjelaskan Korban Bartolomeus Mangape yang meninggal akibat terseret arus hingga ke pantai akan disemayamkan di Kampung Kauhis hari ini Sabtu (4/1). Dan pihaknya akan melakukan upaya penanganan pencarian satu korban pada hari ini. Juga sudah dilakukan pengobatan kepada korban yang luka-luka, pemberian bantuan makanan siap saji dan kebutuhan pakaian bagi korban. Serta pembukaan akses jalan yang tertutup oleh longsor di 4 titik.

“Sedangkan untuk jumlah kerugian materil akibat bencana, kami belum bisa memastikannya karena masih fokus pada korban jiwa dan penanganan pengungsi. Pastinya, di Kampung Lebo ada 4 unit rumah hilang tertimbun longsor dan 1 unit hanyut serta lainnya rusak berat dan ringan” ungkap Pudihang.

Dia juga menambahkan, ada juga bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Kendahe tetapi hanya menutup akses jalan Kampung Kendahe ke Kampung Talawid dan tidak sampai pemukiman warga.

“Sampai saat ini akses jalan Kampung Kendahe ke Kampung Talawid masih tertutup. Sementara untuk banjir di Kecamatan Tamako dan Manganitu sejak sore kemarin sudah surut,” pungkasnya. (allen)

============================================================================== ******************* www.beritanusantara.co.id : Benar, Akurat dan Terpercaya ******************* ==============================================================================